Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Megapolitan

Jembatan Roboh, Kontraktor Diminta Bertanggung Jawab

Minggu, 11 Desember 2011 | 14:08 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah menyerahkan seluruh tanggung jawab pembangunan Jembatan Marunda, Jakarta Utara, kepada kontraktor, yakni PT Bunga Tanjung Raya. Kontraktor diminta menyelesaikan pembangunan sesuai target pada April 2012 .

Hal itu dikatakan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau akrab disapa Foke saat meninjau lokasi rubuhnya bangunan jembatan, Minggu (11/12/2011) siang.

"Itu semua masih tanggung jawab kontraktor. Dinas PU (Pekerjaan Umum) akan meminta pemborong segera menyelesaikan sesuai waktu," kata Foke.

Sebagian bangunan jembatan roboh sekitar pukul 03.00 WIB tadi. Onasis, salah satu manager PT Bunga Tanjung Raya, menjelaskan, peristiwa bermula ketika pekerja memasang enam balok sebagai pondasi jalan masing-masing sepanjang 30 meter.

Ketika memasang balok terakhir di sisi paling kanan, katanya, entah bagaimana, balok itu menyenggol balok di sebelah. "Jadi efek domino. Balok keenam nyenggol balok lain terus keluar dari jalurnya lalu jatuh ke bawah," jelas Onasis ketika ditemui Kompas.com di lokasi.

Lima balok terjatuh tepat di samping kali. Kelima balok itu terbelah menjadi beberapa bagian. Adapun satu balok di paling kiri masih terpasang. Tak ada korban akibat peristiwa itu. Dua pekerja masih dimintai keterangan dari pihak kepolisian.

Pengamatan Kompas.com, dari total panjang jembatan, yakni 620 meter, tinggal 70 meter lagi yang belum tersambung. Selain balok selebar 30 meter yang roboh, pekerja tinggal memasang balok selebar 40 meter.

Foke, Kepala Dinas PU DKI Jakarta Ery Basworo, dan pihak kontraktor memastikan robohnya bangunan jembatan akibat senggolan antarbalok, bukan karena kualitas balok. "Mutu kita jamin sesuai standar," kata Foke.

Kerugian minimal Rp 550 juta

Onasis mengatakan, kerugian akibat jatuhnya lima balok itu diperkirakan mencapai Rp 550 juta. Kerugian itu, katanya, akan diklaim kepada pihak asuransi.

Ketika ditanya apakah penyelesaian pembangunan akan sesuai target, Onasis menyakini bisa. "Kita pesen baloknya dulu. 28 hari baru jadi. Habis itu tinggal pasang baloknya lalu pengaspalan," papar dia.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : A. Wisnubrata