Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 04:42 WIB
Ratu Belanda Setia pada Teh Kajoe Aro
Irma Tambunan | Agus Mulyadi | Kamis, 8 Desember 2011 | 20:41 WIB
|
Share:

Kompas/Buyung Wijaya Kusuma
Ilustrasi: Perkebunan teh.

JAMBI, KOMPAS.com — Teh Kajoe Aro produksi PT Perkebunan Negara VI Jambi-Sumatera Barat ternyata sangat dicintai Ratu Belanda.

Semenjak perkebunan teh ini di Kabupaten Kerinci, Jambi, dibuka Hindia Belanda pada tahun 1926, ratu telah menjadikan Teh Kajoe Aro sebagai hidangan minuman istimewa. Budaya minum teh Kajoe Aro bahkan berlanjut hingga kini.

"Sampai sekarang, Ratu Belanda masih meminum teh Kajoe Aro," ujar Sekretaris Perusahaan PT PN VI, Benny Subagia, Kamis (8/12/2011) di Jambi.

Tidak hanya ratu, masyarakat penggemar teh di Eropa dan Amerika juga sangat menggemari teh Kajoe Aro.

Menurut Edi Wardiman, Bagian Pemasaran PT PN VI, produksi teh pada tahun lalu sebanyak 7.600 ton, dijual lebih dari separuhnya ke Eropa dan Amerika. Itu sebabnya, teh asli Kerinci yang ditanam pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut ini lebih dikenal di luar negeri ketimbang masyarakat lokal.

Para pencinta teh yang gemar meracik sejumlah jenis teh untuk menciptakan rasa dan aroma baru masih menjadikan teh Kajoe Aro sebagai racikan utamanya. Perkebunan di sekitar kaki Gunung Kerinci ini memberikan teh beraroma orisinal dan lembut, dengan rasa sedikit kelat.