Nelayan Berharap Pemerintah Tidak Mengimpor Ikan - Kompas.com

Nelayan Berharap Pemerintah Tidak Mengimpor Ikan

Kompas.com - 07/12/2011, 11:28 WIB

SLAWI, KOMPAS.com- Nelayan di wilayah Kabupaten Tegal maupun Kota Tegal, Jawa Tengah, berharap pemerintah tidak membuka keran impor ikan lagi. Impor ikan akan merugikan nelayan, karena mengakibatkan harga ikan tangkapan nelayan lokal anjlok.

Saat ini nelayan justru membutuhkan bantuan modal, peralatan, dan kemudahan aturan. Dengan demikian, nelayan akan bisa meningkatkan produksi ikan di dalam negeri.

Warnadi (40), nelayan di Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Rabu (7/12/2011), mengatakan, selama ini nelayan terkendala keterbatasan alat tangkap, terutama dialami nelayan kecil.

Mereka tidak mampu membeli alat tangkap yang memadai, karena tidak memiliki modal. Akibatnya, nelayan kecil hanya bisa pasrah saat ombak besar menghadang. "Dibukanya kembali keran impor ikan oleh pemerintah, memperlihatkan ketidakberpihakan pemerintah terhadap nelayan. Itu kebangetan (keterlaluan), dan pembodohan kepada nelayan," katanya.

Menurut dia, produksi ikan oleh nelayan dalam negeri sudah melimpah. Justru upaya yang harus dilakukan pemerintah yaitu mendorong peningkatan produksi dalam negeri. Hal itu antara lain dengan penguatan armada kapal nelayan dalam negeri, serta bantuan peralatan dan teknologi bagi nelayan.

Pemerintah seharusnya memberikan bantuan kapal yang memadai bagi nelayan kecil, agar mereka tetap bisa mencari ikan saat ombak besar. Selain itu, pemerintah harus mempermudah aturan dan perizinan bagi kapal nelayan. Selama ini, beberapa kali terjadi kasus nelayan ditangkap dan dituduh mencuri ikan, hanya karena surat kelengkapan kapalnya kurang.

Hal senada disampaikan Tambari, pemilik kapal di Kota Tegal. Menurut dia, bulan lalu sebanyak tiga kapal nelayan Tegal ditangkap di perairan Kalimantan, karena dituduh melanggar batas laut. Padahal, nelayan yang ditangkap tidak tahu kalau mereka melanggar batas wilayah. Seharusnya, pemerintah lebih sering memberikan pemahaman dan sosialisasi bagi nelayan.

"Meskipun akhirnya dibebaskan, hal itu menimbulkan kekhawatiran bagi nelayan lainnya," katanya.

Sugiyono (40), nelayan di Kelurahan Muarareja, Kota Tegal mengatakan, masuknya impor ikan akan dijadikan alasan para pedagang, untuk membeli ikan dari nelayan lokal dengan harga.


EditorMarcus Suprihadi

Close Ads X