Senin, 21 April 2014

News / Lifestyle

Perpustakaan Inggris Pindai 8.000 Halaman Koran Per Hari

Rabu, 30 November 2011 | 09:36 WIB

Baca juga

KOMPAS.com — Perpustakaan Inggris telah memindai (scanning) koran-koran lokal di Inggris yang terbit pada abad ke-18 dan ke-19 dan mengubahnya menjadi format koran digital. Koran digital itu kini telah tersedia di perpustakaan Inggris.

Tim dari perpustakaan telah menghabiskan waktu satu tahun di perpustakaan dan menghasilkan 8.000 halaman digital per hari. Mereka berharap bisa melakukan pemindaian lebih dari 40 juta halaman sampai 10 tahun ke depan.

Perpustakaan Inggris bekerja sama dengan Brightsolid, perusahaan teknologi yang punya spesialisasi mengabadikan sejarah keluarga. Proses digitalisasi koran lokal sampai 10 tahun ke depan tentu membutuhkan investasi besar. Maka dari itu, tak heran jika pengunjung perpustakaan diwajibkan membayar apabila ingin mengunduh konten ataupun membaca berita versi lengkap.

Ed King, Kepala Perpustakaan Inggris, yang memimpin proyek ini, menyatakan, hanya peristiwa-peristiwa penting dan bersejarah dari wilayah Inggris dan Irlandia yang dipindai dan dibuatkan versi digital. Meski dianggap sebagai proyek paling ambisius sepanjang sejarah perpustakaan, King menyatakan, digitalisasi ini sangat berguna bagi warga Inggris.

"Bayangkan jika warga mencari arsip di perpustakaan membutuhkan waktu beberapa jam, sedangkan dengan digitalisasi, warga bisa menemukan konten dengan menggunakan kata kunci dan hasilnya akan muncul dalam beberapa detik," urainya.

Ed Vaizey, Menteri Kebudayaan, Komunikasi, dan Industri Kreatif Inggris mengatakan, arsip-arsip tersebut adalah sumber daya yang kaya dan sangat menarik untuk diabadikan dalam bentuk digital dan bisa diakses secara online. "Saya sudah coba melakukan pencarian sendiri dan keluar 42.000 hasil dari kata kunci yang saya masukkan," ungkapnya.

Perpustakaan Inggris juga berencana mengabadikan arsip pers regional dengan informasi yang mendalam. Hal ini dianggap penting untuk memberi pencerahan bagi para peneliti di masa depan. Ketika koran dalam bentuk kertas sudah mulai menipis dan bahkan ada kemungkinan tak terbit lagi, setidaknya ada referensi yang bisa dilihat dan dibaca oleh generasi masa depan tentang bentuk sebuah surat kabar cetak pada masa lalu.


Editor : Reza Wahyudi
Sumber: