Jumat, 31 Oktober 2014

News / Regional

Gerombolan Orang Tak Dikenal Serang Madiun

Minggu, 27 November 2011 | 05:56 WIB

MADIUN, KOMPAS.com — Gerombolan orang tidak dikenal merusak sebuah mobil milik warga yang sedang parkir di depan rumah di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, Jatim, saat perayaan malam 1 Suro, Sabtu (26/11/2011) malam.

Mobil Suzuki Carry yang rusak dengan nomor polisi AE-461-EG itu milik Suyatno yang juga Ketua RT 14 RW 3 kelurahan setempat. Mobil itu mengalami rusak hingga kaca bagian belakang sebelah kanan pecah.

Selain merusak mobil, massa tak dikenal ini juga melempari gapura bergambar lambang Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo yang ada di lingkungan sekitar dengan batu.

"Kejadiannya sekitar pukul 22.00 WIB. Saya kebetulan tidak berada di rumah, dan saat pulang, jalanan rumah saya sudah penuh dengan warga dan polisi," ujar Suyatno kepada wartawan di lokasi kejadian, Minggu (27/11/2011) dini hari.

Menurut dia, tidak diketahui pasti apa alasan atau motif yang melatarbelakangi perusakan tersebut. Gerombolan orang tidak dikenal tersebut saat aksi terlihat memakai pakaian hitam-hitam, mengendarai motor, dan secara mendadak menyerang lingkungan sekitar dengan batu ukuran sedang yang dilemparkan dengan ketapel.

"Aksinya acak, tiba-tiba saja batu sudah melayang hingga sebagian mengenai kaca mobil saya. Warga yang sedari awal telah waspada dengan adanya kegiatan salah satu dari perguruan pencak silat langsung berusaha menangkap. Namun, mereka dapat melarikan diri dengan cepat," kata Suyatno.

Warga yang mengetahui aksi perusakan tersebut langsung melapor ke pos polisi terdekat. Tak lama berselang, polisi yang dari siang sudah melakukan pengamanan mendatangi lokasi dan memintai keterangan dari saksi yang ada.

Kejadian ini dibenarkan oleh Wakapolres Madiun Kota Komisaris Sahat Hasibuan. Menurutnya, memang terjadi perusakan oleh gerombolan orang tak dikenal yang hingga saat ini masih belum diketahui identitasnya.

"Tadi memang ada aksi perusakan oleh orang tak dikenal. Untuk memudahkan penyelidikan, kami telah memasang barikade dengan personel gabungan dan menutup akses Jalan Hayam Wuruk sementara waktu. Hingga kini, kami masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut," ujar Wakapolres Madiun Kota.

Sementara itu, Ketua RT 14 RW 3, Kelurahan Manguharjo, yang sekaligus juga korban, Suyatno, menilai, sasaran utama dari perusakan tersebut adalah gapura di lingkungan setempat yang bergambarkan lambang salah satu perguruan pencak silat di Kota Madiun.

"Gapura tersebut baru dibangun sekitar satu tahun yang lalu. Alasan dibangunnya apa, saya juga tidak begitu paham. Padahal, warga saya juga tidak banyak yang menjadi anggota salah satu perguruan pencak silat tersebut," tambahnya.

Sebelumnya, sebanyak 1.500 anggota kepolisian dan gabungan TNI serta instansi terkait akan mengamankan perayaan pergantian tahun baru Islam 1433 Hijriah, 1 Muharam atau 1 Suro, di Madiun. Pengamanan ini menyusul adanya kegiatan ziarah perguruan pencak silat di wilayah Madiun tepat pada 1 Suro.


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: