Minggu, 21 Desember 2014

News / Regional

Sejumlah Pos Polisi Batam Dirusak Massa

Kamis, 24 November 2011 | 16:57 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Kerusuhan di Kota Batam, Kepulauan Riau, sebagai buntut unjuk rasa buruh dalam hal menuntut upah minimum kota 2012 (UMK 2012) sesuai kebutuhan hidup layak yang terjadi pada Kamis (24/11) siang tadi makin meluas.

Setelah bentrok terjadi antara polisi dan buruh di depan kantor wali kota Batam, sejumlah perusakan berlangsung meluas. Awalnya, terjadi pelemparan batu ke kaca-kaca kantor wali kota Batam saat unjuk rasa berlangsung. Kemudian bentrok antara buruh dan polisi tak terhindarkan.

Polisi sebagaimana disebutkan sejumlah warga menggunakan tembakan peringatan dan gas air mata guna menghalau buruh. Selanjutnya, kerusuhan meluas. Sejumlah pos polisi di persimpangan kota dihancurkan. Di antaranya di Simpang Awal Bros, Simpang Seraya, dan Simpang Baloi.

Sebuah mobil satpol PP di Simpang Kabil hangus dibakar massa. Sejumlah toko dan kantor di kawasan Nagoya tutup karena khawatir kerusuhan semakin meluas. Unjuk rasa buruh menuntut UMK 2012 sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL) dilakukan pertama kali pada Rabu kemarin.

Menurut advokat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Nurhamli, pada hari pertama unjuk rasa, kerusuhan sudah terjadi. "Empat buruh ditembak polisi dengan peluru karet," katanya.

Unjuk rasa hari ini merupakan aksi lanjutan karena tuntutan belum dipenuhi. Buruh menuntut UMK 2012 sesuai dengan KHL, yakni Rp 1.760.000 per bulan, sementara UMK 2012 yang didorong sebesar Rp 1.260.000. Pada tahun lalu, perwakilan serikat buruh, Apindo, dan Wali Kota Batam sepakat bahwa UMK Batam 2012 sama dengan KHL. 


Penulis: FX. Laksana Agung S
Editor : Robert Adhi Ksp