Jumat, 29 Agustus 2014

News / Regional

4.779 Orang di Kalbar Positif Mengidap HIV/AIDS

Senin, 21 November 2011 | 18:21 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com Sebanyak 4.779 orang di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) positif HIV/AIDS hingga September 2011.

"Angka itu berdasarkan survei yang dilakukan sepanjang Juli-September 2011. Sebanyak 3.228 orang positif HIV dan 1.551 orang sudah masuk dalam stadium AIDS," kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kalbar Totok Taha Al Kadrie di Pontianak, Senin (21/11/2011).

Totok mengatakan, data tersebut diperoleh dari semua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang ada di 14 kabupaten/kota se-Kalbar. "Data itu akan terus kami gali karena kasus HIV/AIDS adalah seperti fenomena gunung es," kata Totok.

Dari jumlah tersebut, kata dia, lebih dari 340 orang meninggal pada tahun ini, dan itu harus terus ditekan. Salah satunya dengan penyuluhan, kunjungan ke VCT, dan keterbukaan diri bagi mereka yang memiliki risiko tertular HIV/AIDS untuk memeriksakan diri.

Ia menilai, jika data di masyarakat telah menunjukkan angka HIV lebih tinggi dari angka penderita AIDS, maka harus segera ditangani agar tidak menimbulkan pengeluaran yang tinggi. "Jika sudah memasuki stadium AIDS, maka biaya yang akan diperlukan akan semakin besar," ungkap Totok.

Untuk penanganan HIV/AIDS di Kalbar, KPA yang tersebar di 14 kabupaten/kota telah mendapat anggaran melalui APBD kabupaten/kota. "Hingga saat ini sudah dialokasikan dana sebesar Rp 1,2 miliar, sementara dari APBD Provinsi Kalbar Rp 1,3 miliar," kata Totok.

Selain anggaran, lanjut Totok, upaya sosialisasi pun dilakukan pemerintah dengan sangat proaktif. "Pemerintah pun sudah menargetkan 70 persen dari generasi muda di Kalbar yang harus mendapat pencerahan dan sosialisasi tentang HIV/AIDS, yakni para pelajar dan mahasiswa usia 14-24 tahun agar tahu arti penting, tahu apa itu HIV/AIDS, dan bagaimana pencegahannya," katanya.

Sumber data surveilans Kementerian Kesehatan tahun 1987-Juni 2011 menunjukkan, kasus HIV/AIDS di Kalbar menempati urutan ke-5 untuk skala nasional.

Data tersebut menggambarkan bahwa kasus di Kalbar sedikit di bawah DKI Jakarta yang merupakan daerah ibu kota/metropolitan dan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk paling tinggi di Indonesia.

Sangat memprihatinkan jika sekelas Kalbar yang merupakan daerah dengan kepadatan penduduk cukup kecil jika dibandingkan Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, memiliki kasus AIDS yang lebih tinggi.

 


Editor : Benny N Joewono
Sumber: