Sabtu, 26 Juli 2014

News / Regional

PEMERKOSAAN

Perkosa Gadis Cacat Mental, Giri Akhirnya Dibui

Sabtu, 19 November 2011 | 18:13 WIB

KARANGASEM, KOMPAS.com - Aparat kepolisian Karangasem merampungkan penyelidikan pemerkosaan anak cacat mental. Pelaku yang bernama I Wayan Giri (32) asal Desa Tegalinggah, Kecamatan Karangasem, itu telah menandatangani berita acara pemeriksaan.

Kepala Sub Bagian Operasional Polres Karangasem, AKP I Made Wartama, Sabtu (19/11/2011) mengatakan, sambil menunggu proses hukum lebih lanjut, polisi menjebloskan pelaku ke sel tahanan.

"Kelihatannya pelaku juga bodoh, tetapi secara mental dia bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.

Pelaku sendiri terancam dibui selama 12 tahun. Giri dinilai telah melakukan pemerkosaan sesuai ketentuan Pasal 285 KUHP.

Awal kejadian menimpa korban berinisial I N A (19) itu terjadi pada Rabu (16/11/2011) lalu. Saat itu korban sedang ditinggal orang tuanya kondangan ke Denpasar. Di rumah, korban hanya ditemani kakek dan neneknya yang sudah sangat uzur.

Situasi itu rupanya sudah diketahui oleh Giri. Ketika korban sedang tidur siang di kamarnya, sekitar pukul 15.00 WIB, pemuda tersebut langsung menerobos masuk dan membekap korban di tempat tidur. Pelaku pun langsung menyetubuhi gadis tersebut.

Saat itu korban sempat berteriak minta tolong. Namun sayang, teriakannya tak didengar siapa pun. Kejadian tersebut baru terkuak ketika hari menjelang malam, ketika kedua orangtuanya pulang. Namun, karena alasan tertentu, kasusnya baru dilaporkan ke Mapolres Karangasem keesokan harinya, atau tepatnya Kamis (17/11/2011) sore.

"Saya masih menunggu pamannya yang kebetulan menjadi Kepala Dusun kami," katanya.

Korban sudah menjalani visum yang hasilnya diketahui bahwa pada kemaluan gadis itu ada sisa-sisa sperma yang dipastikan milik Giri. Berselang sekitar satu jam setelah pelaporan, Giri pun berhasil ditangkap saat sedang beristirahat di rumahnya.

Di kantor polisi, pemuda yang mengaku sebagai buruh bangunan itu juga berlaga seperti orang yang mengalami keterbelakangan mental. Tapi, polisi tak tertipu. Pelan tapi pasti, penyidik berhasil mengorek pengakuan darinya.


Penulis: M.Latief
Editor : Latief
Sumber: