TUBEI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Lebong membagikan bibit pala dan mangga kepada warga transmigrasi di Desa Tik Sirong, Kecamatan Rimbo Pengadang. Diharapkan tanaman tersebut bisa menjadi salah satu sumber penghasilan warga transmigrasi.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Transmigrasi, Kependudukan, dan Catatan Sipil Kabuupaten Lebong Dwi Purnamasari, Kamis (17/11/2011).
Dwi menginformasikan, setiap keluarga transmigran mendapat 10 bibit pala dan dua bibit pohon mangga. Selama ini, dari 100 keluarga transmigran di Tik Sirong belum semuanya menggarap lahan pekarangannya yang merupakan lahan usaha I. Akibatnya, tidak ada penghasilan dari bercocok tanam.
Itulah sebabnya banyak dari mereka yang keluar dari lokasi transmigrasi dan bekerja menjadi buruh di kota-kota besar seperti Palembang dan Riau. Setelah dibagi bibit pala dan mangga, kata Dwi, seharusnya tidak ada lagi alasan bagi warga transmigrasi untuk tidak mengolah lahan pekarangannya.
"Menjadi transmigran berarti harus mulai berusaha dari awal. Dimulai dengan bercocok tanam di pekarangan dan lahan usaha II seluas satu hektar per keluarga," katanya.
