LANGKAT, KOMPAS.com- Lebih dari 100 nelayan dari enam desa di tiga kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (9/11/2011) kemarin, bahu-membahu membobol tanggul di hutan bakau seluas 1.200 hektar yang telah dikonversi menjadi areal perkebunan sawit di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat.
Pembobolan dilakukan karena konversi lahan telah membuat hasil tangkapan nelayan tradisional merosot tajam setahun terakhir akibat tak ada ruang lagi bagi pemijahan ikan dan udang.
Konversi juga telah membuat air pasang yang biasanya masuk ke hutan bakau masuk ke rumah-rumah penduduk.
Ibrahim (40) nelayan dari Desa Perlis, Kecamatan Brandan Barat yang turut membongkar tanggul, mengatakan, penghasilan sebagai nelayan menurun tajam setahun terkahir.
Jika biasanya ia bisa mendapatkan udang dan ikan lebih dari 50 kilogram per hari, kini hanya sekitar 5-10 kg per hari. Selain dari Perlis, para nelayan juga berasal dari Desa Kelantan di Kecamatan Brandan Barat, dari Kelurahan Brandan Barat dan Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan, dan dari Kelurahan Sei Bilah dan Kelurahan Alur Dua Baru di Kecamatan Sei Lepan.
Mereka mencangkuli tanggul yang memagari lahan sawit yang dikelola UD Harapan Sawita itu di tiga tempat bekas alur anak sungai yang membelah lahan bakau, tempat para nelayan biasa mencari ikan.
Rahman (40) nelayan dari Desa Taman Bunga mengatakan sudah tak lagi bisa ngomong karena konversi lahan ini. "Penghasilan kami berkurang. Rumah kami bisa tenggelam," tutur Rahman.
Para nelayan geram karena langkah pemerintah untuk menertibkan kebun sawit belum ada hasilnya, sementara penghasilan mereka terus merosot.
Sejumlah anggota kepolisian berpakaian berpakaian preman tampak berjaga di lokasi pembobolan tanggul. Pembobolan berlangsung lancar tanpa kericuhan meskipun sempat terdengar adu mulut antara pihak perusahaan dengan koordinator nelayan.
Humas UD Harapan Sawita, Rusli Sinaga, mengatakan, pihaknya terbuka dengan keinginan nelayan. "Kami terima proposal akan ada aksi damai, tapi jangan ada perusakan begini," kata Rusli.
