Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 04:28 WIB
IMBAS KISRUH FREEPORT
Pendapatan Pedagang Menurun
Antonius Ponco A. | Marcus Suprihadi | Kamis, 3 November 2011 | 15:47 WIB
|
Share:
KOMPAS/ANTONIUS PONCO ANGGORO Personil TNI sedang berjaga di checkpoint 32, areal PT Freeport Indonesia, di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (26/10/2011). Meski penjagaan sudah diperketat dan jumlah personil ditambah, teror penembakan masih saja terjadi. Rabu dinihari, mobil patroli yang diisi tiga personil polisi dan dua petugas pengamanan PT Freeport ditembaki di mil 35.

TIMIKA, KOMPAS.com- Mogok kerja karyawan PT Freeport Indonesia di Timika, Kabupaten Mimika, Papua yang sudah berlangsung hampir tiga bulan berdampak pada perekonomian masyarakat. Sejumlah pedagang di Pasar Sentral, Timika, yang ditemui oleh Kompas, Kamis (3/11/2011), mengaku pendapatan mereka telah menurun drastis akibat mogok kerja karyawan.

Wina (45), pedagang sayuran, mengatakan, pendapatan sehari-hari yang biasanya bisa mencapai Rp 2 juta, kini menurun menjadi hanya sekitar Rp 500.000. Begitu pula yang diungkapkan oleh Saribuana (48), pedagang barang-barang kebutuhan pokok, yang pendapatannya menurun dari biasanya sekitar Rp 1 juta menjadi tidak lebih dari Rp 500.000.

Luther (40), pedagang ikan, berupaya menurunkan harga ikan dari Rp 15.000 untuk 10 ekor menjadi hanya sekitar Rp 5.000. Namun itu tidak bisa membuat ikannya laku terjual.

"Pembeli sepi. Banyak ikan terpaksa dibuang karena kardus tempat simpan ikan sudah tidak bisa menampung lagi," ujarnya.

Tidak hanya pedagang pasar, pelaku usaha lainnya di Timika pun mengeluhkan menurunnya pendapatan yang diperoleh. Dari mulai pusat-pusat perbelanjaan hingga tukang ojek.

Wakil Bupati Mimika Abdul Muis yang ditemui Rabu malam, mengatakan, operasional PT Freeport merupakan penggerak utama perekonomian di Mimika. Jadi ketika ada masalah di Freeport seperti yang terjadi sekarang di mana karyawan mogok kerja berbulan-bulan, dampaknya pasti dirasakan masyarakat.

"Daerah ini masih sangat tergantung pada Freeport. Makanya kejadian yang ada sekarang juga menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah untuk membuat program-program guna melepas ketergantungan tersebut," kata Abdul Muis.