Rabu, 30 Juli 2014

News / Regional

Perbankan

BPR di Jatim Diminta Waspada

Selasa, 1 November 2011 | 18:59 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Bank Perkreditan rakyat (BPR) di Jawa Timur, diminta waspada dengan perkembangan yang sangat pesat.

"Hati-hati terhadap perkembangan yang terlalu cepat, karena bisa menyebabkan overheating , jadi harus tetap sesuai aturan perbankan," kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat menandatangani pengangkatan direksi baru BPR Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya , Selasa (1/11/2011).  

Untuk mengantisipasi overheating, menurut Soekarwo jajaran direksi BPR Jatim harus tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian (prudent). Beberapa langkah dapat dilakukan dengan membentuk tim kecil, yang dapat membuat laporan secara harian secara online oleh direksi pemasaran, kepatuhan, serta laporan bulanan oleh direktur utama.  

Upaya lain, Direktur Umum Bank BPR Jatim dapat menyiapkan sumber daya manusia yang bagus dan kompeten. Dalam hal ini, peran akuntan pada BPR Jatim diperlukan untuk mengawasi jalannya perbankan. Direksi harus dapat difungsikan sesuai dengan job description masing-masing dalam menjalankan BPR.  

Dalam kesempatan itu, Dirut Bank UMKM Jatim, R Soeroso, melaporkan kinerja BPR Jatim. Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR Jatim telah mencapai Rp 503 miliar, sedangkan kredit yang disalurkan Rp 611 miliar. Penyaluran kredit tersebut dinilai meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2010 sebesar Rp 374,180 miliar.

 


Penulis: Agnes Swetta Br. Pandia
Editor : Agus Mulyadi