Minggu, 31 Agustus 2014

News / Regional

Kriminalitas

Keris Pusaka di Gunung Tidar Dicuri

Rabu, 26 Oktober 2011 | 11:28 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com — Keris pusaka yang tersimpan di dalam kompleks yang dipercaya masyarakat sebagai makam Kiai Semar, di puncak Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah, hampir dicuri.

Pusaka sepanjang 170 sentimeter dan berat 25 kilogram, terbuat dari campuran kuningan, tembaga dan perak, ini diambil SS (34). Namun, aksi warga Karang Wungu RT 1 RW 3, Bakalan, Kecamatan Karang Kayam, Kabupaten Kebumen, ini digagalkan oleh juru kunci makam, Sutijah.

Kasus ini sekarang ditangani Polsek Magelang Selatan. Kejadian bermula pada Selasa (25/10/2011) sekitar pukul 11.15. Pelaku dan tiga rekannya naik ke Tidar, mengaku ingin berziarah dan ditemani juru kunci.

Ketika sampai di makam, ketiga pengunjung tersebut meminta dibukakan terali besi yang ada di pintu makam agar mereka bisa melihat pusakanya. Namun, ternyata sang juru kunci tak bisa membuka. Akhirnya Sutijah berniat memanggil anaknya untuk membantu membukakan.

Menurut Kepala Polsek Magelang Selatan, Kompol Sri Wigiyanti, saat juru kunci memanggil anaknya, pelaku menggergaji terali besi di sekitar lambang pusaka, menggunakan gergaji yang mereka bawa. Saat juru kunci kembali, ia memergoki pelaku menggergaji terali besi, kemudian berhasil mengambil keris lalu kabur.

Sutijah berusaha mengejar dan beteriak-teriak agar warga yang mendengarnya ikut membantu. Akhirnya SS diringkus warga. "Tersangka SS merencanakan aksi dari rumah, buktinya dia sudah membawa gergaji," kata Kompol Sri Wigiyanti.

Adapun tiga teman pelaku mengaku tidak tahu bahwa SS hendak mencuri lambang pusaka berbentuk keris itu. Mereka nyaris menjadi bulan-bulanan massa, namun petugas segera datang ke lokasi.

Kepada polisi SS mengaku mencuri karena mendapat wangsit dari kakeknya. Namun setelah diinterogasi ia akhirnya mengaku berencana mengambil keris itu untuk dijual.


Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber: