Selasa, 23 September 2014

News /

DAMPAK KEMARAU

Kerbau Liar dan Babi Hutan Rusak Tanaman

Rabu, 12 Oktober 2011 | 03:13 WIB

Brebes, Kompas - Puluhan kerbau liar dan babi hutan telah merusak berbagai tanaman milik petani di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kerbau liar memakan dan merusak ratusan hektar persawahan dan kebun di Kecamatan Songgom, sedangkan babi hutan memakan tanaman padi dan tanaman lain di Kecamatan Bantarkawung.

Diduga, kemarau panjang telah memicu hewan yang kelaparan itu mencari pakan berupa tanaman padi, cabe, bawang merah, tanaman jagung, dan tebu milik petani.

Serangan kerbau di wilayah Songgom mengakibatkan para petani gagal panen, dan 200-an petani mengadukan persoalan itu ke Polres Brebes, Selasa (11/10). Mereka meminta bantuan polisi untuk mengatasi masalah itu.

Tasori (42), warga Desa Songgom, Kecamatan Songgom, mengatakan, serangan kerbau terjadi di desa-desa yang berbatasan dengan kawasan hutan, antara lain Desa Songgom, Lahar, Karangsari, Kalibanteng, Kedungabad, Kedungwringin, dan Kalipasir. ”Luas sawah yang terserang mencapai ratusan hektar,” ujarnya.

Menurut dia, kerbau liar berasal dari kawasan hutan, dan menyerang pada malam hari. Kerbau memakan semua jenis tanaman, antara lain cabai, bawang merah, jagung, dan tebu. ”Kerbau-kerbau itu kalau siang di hutan, kalau malam keluar ke sawah-sawah warga,” katanya.

Karsad (55), petani lainnya, mengaku menderita kerugian Rp 30 juta, menyusul 1,5 hektar tanaman tebu miliknya rusak diserang kerbau. Kini, dia terpaksa menginap di sawah, untuk menghalau kerbau liar.

Di wilayah Kecamatan Bantarkawung, sekitar empat hektar sawah juga rusak diserang babi hutan. Fren Mugniran (51), warga Bantarkawung, mengatakan, babi hutan menyerang tanaman singkong dan jagung.

”Ini sebagai dampak kemarau, yang mengakibatkan babi hutan kesulitan mencari pakan di hutan. Akibatnya, mereka turun ke sawah, dan memakan tanaman petani,” ujar Fren.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Brebes Ajun Komisaris Sugeng mengatakan, dari hasil penyelidikan polisi, kerbau-kerbau itu milik tujuh warga di wilayah Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Jumlah total kerbau sekitar 30 ekor.

Para pemilik kerbau, lanjutnya, melepaskan ternak mereka karena kesulitan mendapatkan pakan di musim kemarau. Polisi telah memediasi mereka dan meminta para peternak mengandangkan kerbaunya,” katanya.

Namun, Junadi (40), pemilik 10 kerbau, mengaku tak tahu- menahu karena kerbau-kerbaunya digembalakan, bukan liar.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan Brebes, Jhoni Murahman, mengatakan, kerbau-kerbau yang menyerang tanaman warga merupakan kerbau liar. (WIE)


Editor :