Rabu, 3 September 2014

News / Regional

KLB Difteri

Bakteri Penyebab Difteri Cepat Menular

Minggu, 9 Oktober 2011 | 22:33 WIB

Terkait

SURABAYA, KOMPAS.com Bakteri yang memicu penyakit difteri bisa menular dengan sangat cepat. Oleh karena itu, mereka yang rentan tertular bakteri tersebut dan tinggal dalam satu lingkungan dengan penderita harus segera diimunisasi agar tidak tertular.

Pakar penyakit tropik dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof Ismoedijanto menuturkan, difteri adalah penyakit infeksi karena bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini bisa menular dengan sangat cepat sehingga saat masuk rumah sakit, pasien difteri biasanya diisolasi.

Penyakit ini juga mematikan. Jika infeksinya berat, maka seseorang yang tertular bisa meninggal pada hari ketiga atau keempat. Penderita rata-rata meninggal karena bakteri mengeluarkan racun yang mengganggu fungsi jantung, ginjal, atau pernapasan.

Menurut dia, penyakit ini menular pada mereka yang belum pernah mendapat imunisasi saat bayi. Selain itu, mereka yang mendapat imunisasi tidak lengkap juga rentan tertular. "Penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi," ucapnya, Minggu (9/10/2011).

Anak-anak paling rentan tertular penyakit ini. Namun, remaja dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi juga bisa tertular. "Dua bulan lalu ada satu santri di sebuah pesantren yang terkena difteri. Agar tidak tertular, sekitar 1.600 santri di pesantren itu langsung diimunisasi," ujarnya.

Sejak Januari hingga sekarang, ada 328 orang yang terkena difteri di Jawa Timur. Sebagian besar adalah anak-anak. Dari jumlah itu, 11 orang meninggal dunia.

Sebelumnya diberitakan, dalam 10 bulan terakhir sudah 328 anak meninggal akibat difteri di berbagai wilayah di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kemudian menetapkan kondisi luar biasa difteri di seluruh Jawa Timur, meskipun sebaran terbanyak ada di 11 kabupaten/kota.

Terhadap data itu, Ismoedijanto meluruskan bahwa yang benar 328 orang terinfeksi, dan 11 orang di antaranya meninggal.

 


Penulis: Idha Saraswati W Sejati
Editor : Marcus Suprihadi