Rabu, 22 Oktober 2014

News / Regional

Kemiskinan, Penyebab Gangguan Jiwa di Kebumen

Jumat, 7 Oktober 2011 | 16:58 WIB

KEBUMEN, KOMPAS.com — Kemiskinan menjadi faktor pemicu utama gangguan kejiwaan pada masyarakat Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Faktor tersebut membuat yang bersangkutan rentan stres, dilanda kecemasan yang berlebih, serta masalah psikososial lainnya yang akhirnya berujung pada gangguan jiwa.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Dwi Budi Satrio, setahun terakhir, 773 penduduk Kebumen diidentifikasi mengalami gangguan kejiwaan. "Sebagian besar dari mereka usianya masih produktif dan faktor penyebab paling dominan adalah kondisi sosial ekonomi," kata Dwi, Jumat (7/10/2011), di Kebumen.

Meskipun demikian, Dwi menyadari jumlah tersebut bukan tidak mungkin tidak menggambarkan kondisi sebenarnya, seperti fenomena gunung es. Sebab, masyarakat masih ada yang malu untuk melaporkan anggota keluarganya yang mengalami gangguan kejiwaan karena merasa sebagai aib keluarga.

Dari pendataan puskesmas-puskesmas di Kebumen, 60 persen penderita gangguan jiwa disebabkan faktor sosial ekonomi. Penyebab lain adalah faktor keturunan atau bawaan genetik sejak lahir.

Dwi menjelaskan, kasus gangguan jiwa tak akan cukup ditangani dari sisi medis saja. Kebutuhan dasar manusia juga harus dipenuhi karena hal itulah yang menjadi gangguan pada pikirannya. Masyarakat di lingkungan penderita punya peran penting bagi penyembuhan penderita penyakit jiwa.


Penulis: Gregorius Magnus Finesso
Editor : Nasru Alam Aziz