Jumat, 29 Agustus 2014

News / Regional

Petani Panen Jagung, Harga Rendah

Kamis, 6 Oktober 2011 | 21:53 WIB

JOMBANG, KOMPAS.com - Petani di wilayah kabupaten Jombang, kini mulai panen jagung dan hasil panenan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Namun harga jagung hasil panenan sekarang, lebih rendah daripada harga jagung saat panen tahun sebelumnya.

Karbai (66), petani asal Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang ketika ditemui pada hari Kamis (6/10/2011) mengatakan, tahun 2010 lalu harga jagung pipilan kering harganya mencapai Rp 260.000 per kwintal dan cenderung stabil hingga akhir panen. Akan tetapi sekarang ini saat petani mulai panen harga jagung pipilan kering berkisar Rp 230.000 per kwintal.   

Adapun harga jagung pipilan basah harganya Rp 170.000 per kwintal, lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang harganya mencapai Rp 200.000 per kwintal. Sedangkan harga jagung glondongan Rp 110.000 per kwintal, tahun lalu harganya Rp 120.000-Rp 125.000 per kwintal.

Hasil panen jagung tahun ini lebih baik dan kualitas jagungnya juga baik, tapi harganya rendah, katanya.

Dikatakan, panen jagung tahun lalu per hektarnya menghasilkan 7,7 ton jagung, namun panen tahun ini mencapai 8,4 ton. Membaiknya hasil panen jag ung petani saat ini justru berdampak pada rendahnya harga jagung petani, hal itu disebabkan oleh melimpahnya produksi hasil panen petani.

Pastinya, sekarang ini hasil panenan jagung petani cukup melimpah dan pedagang mungkin saja sudah banyak stok , sehingga harga jagung rendah, kata Karbai.

Ny Nanik (53), salah seorang bakul asal Sumobito, Jombang ketika ditemui terpisah mengatakan, fluktuasi harga jagung sangat bergantung hasil panen dan kualitasnya. Artinya, jika hasil panen jagung merosot, biasanya harga jagung tinggi. Sebaliknya, saat produksi hasil panenan jagung petani melimpah, harga jagung pun cenderung rendah.   

Saya butuh waktu dua hari untuk penjemuran, walaupun jagung yang saya beli dari petani sudah dalam kondisi kering . Jadi, agar tidak sampai rugi, saya perhitungkan juga biaya-biaya tenaga penjemur, tenaga angkut dan tranpostasinya, katanya.

Ia mengatak an, tahun ini saat petani p ane n jagung, pihaknya berencana membeli jagung pipilan basah dari petani sebanyak 100 ton dengan harga sekarang di pasaran petani berkis ar Rp 180.000 per kwintal.  

Tahun lalu saya beli jagung petani sebanyak 60-70 ton, namun tahun ini saya berniat membeli sebanyak 100 ton, karena mutu jagungnya baik, katanya.

Nanik mengatakan, per kwintal jagung pipilan basah petani mengalami penysutan 15-20 kilogram, setelah penjemuran selama dua hari. Akibat penyutan itulah bakul biasanya melakukan pembelian dengan mempertimbangkan nilai keuntungan maupun kerugian dan harga jagung ditingkat pedagang besar alias agen sembako..

Untungnya bakul tidak banyak, per kwintalnya paling hanya Rp 15.000, katanya.

Menyoal mitra pedagang yang sudah menjadi langganannya, Nanik mengatakan, selama ini hasil pembelian jagung petani untuk memenuhi kebutuhan pedagang besar di wilayah Mojoagung dan Sumobito (Jombang) dan Brangkal (Mojokerto). Pihaknya menjual kembali jagung pipilan kering kepada pedagang atau agen sembako seharga Rp 235.000-Rp 240.000 per kwintal.   

Biasanya setelah dua hari penjemuran, pedagang besar atau agen sembako sudah ada yang langsung membeli. Jadi, saya tidak perlu repot harus menyimpan di gudang, katanya. 

 

 


Penulis: Abdul Lathif
Editor : Robert Adhi Ksp