Selasa, 22 Juli 2014

News / Regional

Sarudanjang Canangkan Gerakan Anti-Narkoba

Kamis, 29 September 2011 | 12:21 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Kemajuan pembangunan ekonomi dan pendidikan Sulawesi Utara nyaris tidak artinya jika angka pemakai narkoba, angka kriminalitas serta penderita HIV dan AIDS yang terus bertambah secara signifikan.

Oleh karena itu Gubernur Sulawesi Utara S.H Sarundajang mencanangkan gerakan anti narkoba, melibas miras dan mencegah penularan HIV-AIDS.

Hal itu diungkapkan Sarundajang di Manado Kamis (29/9/2011) menanggapi maraknya kasus kriminalitas di daerahnya. Tahun sebelumnya Sarundajang telah mencanangkan gerakan membangun tanpa korupsi di jajaran pemerintahan provinsi Sulut.  

Sarundajang menyatakan terkejut ketika mendapatkan data dari Ketua Badan Nasional Narkoba Gories Mere bahwa angka pengguna narkoba di Sulut mencapai 40.000 orang. Ini yang terdata bahwa pengguna narkoba ibarat gunung es yang mungkin jauh lebih banyak daripada ditemukan, katanya.

Sebelumnya Sarundajang menyatakan gusar dengan meningkatnya kasus pembunuhan dan penganiayaan akibat minuman keras. Dalam catatan kepolisian sepanjang bulan September terjadi 10 kasus pembunuhan setelah pelakunya meneguk minuman keras.

Oleh k arena itu ia meminta aparat kepolisian mengintensifkan razia minuman keras dan senjata tajam yang kini melanda anak-anak muda di daerahnya.

Kapolda Sulut Brigjen Carlo Tewu mengatakan kenaikan kriminalitas merupakan konsekwensi dari kemajuan ekonomi. Ia mengatakan sebagian besar kejahatan dilakukan setelah pelakunya meneguk minuman keras. "Kami terus melakukan pencegahan dan operasi mencegah kejahatan," katanya. 

 


Editor : Robert Adhi Ksp