Kamis, 18 September 2014

News / Regional

Kecelakaan Lalu Lintas

Penyebab Terbesar Mabuk Akibat Miras

Selasa, 20 September 2011 | 19:18 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com - Penyebab terbesar kecelakaan lalu lintas di Manokwari, Papua Barat adalah pengendara yang mabuk setelah menenggak minuman keras.

Meski kabupaten ini telah membentengi dengan peraturan daerah tentang pelarangan peredaran minuman keras (miras), kebiasaan buruk masyarakat ini sulit dibendung.

Menurut Wakil Kepala Kepolisian Resor Manokwari, Komisaris  Mughoni, Selasa (20/9/2011), salah satu dampak buruk mabuk miras adalah kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan diawali dengan pengemudi sepeda motor yang mengonsumsi miras, sehingga limbung dan tak dapat konsentrasi saat menyetir. Bukan hanya kecelakaan tunggal, tetapi juga menabrak orang lain, yang berakibat kematian.     

Berdasarkan data kecelakaan lalu-lintas di Manokwari, pada Januari-Agustus, dari 39 kasus kecelakaan ada 20 kasus akibat pengemudinya mabuk. Sisanya , 18 kasus karena tidak waspada, dan 1 kasus akibat melanggar rambu. Itu berarti, sekitar 51 persen penyebab kecelakaan lalu lintas adalah akibat miras.     

Dari 39 kasus itu, tercatat 17 orang meninggal dunia, 26 luka berat, dan 50 luka ringan. Sebanyak 28 kasus terjadi di jalan perkotaan dan 13 kasus adalah tabrak lari. Umur pelaku kecelakaan rata-rata masih remaja dan muda, yakni 19 pelaku usianya antara 16 tahun-25 tahun dan 10 penyebab kecelakaan usianya 26 tahun-35 tahun.     

"Selain kecelakaan lalu lintas, miras juga menjadi pemicu perkelahian dan penganiayaan. Tidak banyak, tapi tetap jadi penyebabnya," kata Mughoni.     

Tingginya kecelakaan akibat miras ini karena kebiasaan sejumlah masyarakat mengonsumsi miras. Permintaan miras tetap besar, meski sudah ada peraturan daerah di Kabupaten Manokwari yang melarang perdagangan miras.

Pada Senin (19/9) lalu, Polres Manokwari berhasil mengamankan 71 koli (paket) miras lokal cap tikus berisi sekitar 1.136 botol plastik isi 1,5 liter. Barang haram dinaikkan KM Dobonsolo dari Sorong menuju Manokwari.     

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manokwari, Ajun Komisaris Tonny Pantano, menyebutkan, pasokan miras di Manokwari berasal dari luar pula, seperti dari Bitung, Sulawesi Utara. Ratusan botol miras lokal yang kadar alkoholnya sampai 22 persen, itu dibawa melalui kapal laut.

 


Editor : Agus Mulyadi