REDD Kalteng Ditandatangani - Kompas.com

REDD Kalteng Ditandatangani

Kompas.com - 16/09/2011, 11:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Satuan Tugas Persiapan Kelembagaan REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kerjasama dalam hal percontohan pelaksanaan REDD+ di provinsi tersebut. Nota Kesepahaman ditandatangani Ketua Satgas Kelembagaaan REDD+ Kuntoro Mangkusubroto dengan Gubernur Kalteng Teras Narang, Jumat (16/9/2011) di Jakarta.

Ketua Satgas Kelembagaan REDD+ Kuntoro mengatakan, penting bagi pemerintah pusat untuk mendukung initiatif pemerintah daerah dalam upaya penurunan emisi dari deforestasi. 

 "Nota Kesepahaman ini diharapkan memfasilitasi kerjasama pelaksanaan kegiatan REDD+ di Kalteng secara sinergis dengan strategi di tingkat nasional," jelas Kuntoro usai penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut.

Nota Kesepahaman ini akan menjadi landasan kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Pemprov Kalteng untuk pelaksanaan dan pengawasan kegiatan REDD+.

Kalteng sendiri merupakan provinsi yang dipilih oleh Presiden Yudhoyono sebagai provinsi percontohan REDD+ dalam Sidang Kabinet pada 23 Desember 2010 yang lalu. 

Sejalan dengan Keppres No. 25 Tahun 2011 tentang Satuan Tugas Persiapan Kelembagaan REDD+, yang baru-baru ini ditandatangani oleh Presiden, salah satu tugas dari Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+ adalah melaksanakan kegiatan REDD+ di provinsi percontohan dan mengkoordinasikan upaya tindak lanjut yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah terkait. 

"Hal ini merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya Kalimantan Tengah sebagai provinsi percontohan, dan merupakan bagian dari Surat Niat dengan Norwegia," ujar Teras Narang, Gubernur Kalimantan Tengah. 

Nota Kesepahaman ini selanjutnya akan dituangkan dalam Naskah Kerjasama Teknis, dan berjangka waktu selama satu tahun sejak tanggal ditandatangani dan apabila dikehendaki dapat diperpanjang atas persetujuan kedua pihak.

EditorMarcus Suprihadi
Terkini Lainnya
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Megapolitan
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi 'Saksi'
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi "Saksi"
Regional
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Megapolitan
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Internasional
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Internasional
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Regional
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Megapolitan
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
Nasional
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Megapolitan
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Megapolitan
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Megapolitan
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Regional
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Regional
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Regional
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Regional

Close Ads X