Jumat, 19 Desember 2014

News / Regional

Damailah Ambon

Katong Samua Basudara

Rabu, 14 September 2011 | 15:42 WIB

Terkait

oleh Azwin Rizal Harahap

Hidup basudara e ; Jangan sampae taputus; Katong samua satu dara

Baku lia laeng e; Baku sayang gandong e; Tu adat orang Maluku..

Sambil bergandengan tangan, sekitar 1.000 tokoh masyarakat dan aparat pemerintah dari camat hingga tingkat rukun tetangga di Kecamatan Nusaniwe dan Sirimau, Kota Ambon, menyanyikan lagu berjudul Gandong (Bersaudara) di atas. Mereka tampak menghayati lagu bermakna persaudaraan itu.

Tokoh masyarakat dan aparat pemerintah itu berkumpul di aula Komando Resor Militer 151 Kodam XVI/Pattimura, Rabu (14/9/2011) atas undangan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy. Ia hanya mengundang kalangan warga dari Nusaniwe dan Sirimau mengingat bentrokan kemarin berasal dari wilayah dua kecamatan tersebut.

Dalam acara ini hadir pula Komandan Korem 151 Kolonel (Arm) Nazaruddin dan Kepala Kepolisian Resor Ambon Ajun Komisaris Besar Djoko Susilo. Ketiga pejabat tersebut mengingatkan pentingnya peranan tokoh masyarakat dan aparat pemerintahan di level bawah dalam menjaga kerukunan warga.

Kalian adalah ujung tombak untuk menjaga perdamaian di Ambon. Jangan biarkan kita memulai lagi semuanya dari nol, un gkap Richard seraya mengimbau agar pertikaian antarkelompok, Minggu kemarin, tidak mengulangi peristiwa tahun 1999.

Ajakan tersebut disambut dengan antusias. Abdul Malik Haromain (50), Ketua RT di Kelurahan Waihaong, Nusaniwe, mengatakan, dia dan warganya sepakat untuk membentengi diri dari provokasi. Katong (Kita) seng (tidak) mau dibodoh-bodohi. Katong senang Ambon yang damai dan kondusif supaya samua (semua) gampang cari uang, ujarnya.

Hal senada disampaikan Chris Lekatompessy (45), Ketua RW di Kelurahan Karang Panjang, Sirimau. Ia berpendapat pertikaian hanya akan merugikan seluruh kalangan masyarakat. Katong sama-sama sulit mencari nafkah dan selalu diliputi rasa was-was. Sudah saatnya katong ciptakan Ambon yang damai dan nyaman bagi samua warga, katanya.

Baik Abdul Malik maupun Chris berjanji untuk bergotong royong membangun kembali rumah-rumah yang terbakar dalam kerusuhan kemarin. Katong harus mempererat persaudaraan demi masa depan Ambon yang lebih baik, ungkap Abdul.

Seusai acara konsolidasi selesai, para tokoh masyarakat dan aparat pemerintahan itu bersalaman. Tak sedikit pula yang berangkulan dan bersenda gurau saat berjalan menuju sepeda motor masing-masing. Ya, damai itu indah saudara!

 

 


Editor : Robert Adhi Ksp