Senin, 1 September 2014

News / Regional

Energi Listrik

UMM Bangun Listrik Mikro Hidro untuk Warga Pedesaan

Sabtu, 10 September 2011 | 21:44 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), untuk keperluan warga masyarakat.

UMM membangun PLTMH itu di Dusun Sumbermaron, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Hari Sabtu (10/9) Rektor UMM Dr Muhadjir Effendy meletakan batu pertama di lokasi pembuatan PLTMH.

Humas UMM, Nasrullah, menjelaskan, tim peneliti UMM mengawalinya dengan membuat studi kelayakan PLTMH di dua desa itu. Studi dilakukan bersama Badan Pengelola Sarana Air Bersih dan Sanitasi (BP SAB&S) Kecamatan Pagelaran. UMM mengkaji dan berhasil memperoleh sponsor dari Australian Partnership dan Bank Dunia untuk pendanaannya. Nilai proyeknya Rp 408 juta.

Camat Pagelaran, Eko Waluyo, menyatakan yakin bantuan pendampingan dari UMM akan berjalan baik. Sebab, PLTMH yang dibangun oleh UMM, seperti sebelumnya di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis, hingga sekarang masih beroperasi. Selain itu, UMM memiliki laboratorium PLTMH di kampus yang dimanfaatkan oleh mahasiswa dan masyarakat umum untuk belajar mengembangkan energi alternatif.

"Saya berharap sumber air yang melimpah di Sumbermaron ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Syukur-syukur kalau bisa bermanfaat bagi masyarakat di luar Desa Karangsuko, karena kita tahu di daerah lain saat ini sedang mengalami kekeringan," kata Eko Waluyo.

Rektor UMM berharap masyarakat lebih mencintai lingkungan dan bersyukur dengan kondisi alam desa. Meski belum tersentuh akses listrik, desa masih memiliki sumber daya alam.

Ia menyatakan, pihaknya siap memberi dukungan apabila warga setempat memerlukan bantuan pendampingan lebih lanjut seperti untuk penghijauan dan penerangan jalan.

"UMM membantu merencanakan, pengawasan, dan pembangunan. Tetapi saya berharap perawatannya harus dijaga betul oleh masyarakat sini supaya kemanfaatan PLTMH ini bisa awet," kata Nasrullah.

Dekan Fakultas Teknik UMM, Sudarman, menjelaskan PLTMH yang dibangun akan menghasilkan energi listrik sebesar 35 KWA. Listrik itu akan dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin pompa pengairan dan air bersih yang selama ini mengandalkan listrik dari PLN.

Biaya yang dikeluarkan untuk membayar listrik perbulan rata-rata Rp 8 juta, dan diperkirakan akan terus naik seiring kebutuhan hingga Rp 20 juta. "Mudah-mudahan dengan keberhasilan PLTMH ini, nantinya bisa kita bangun lagi PLTMH II untuk penerangan desa," katanya.


Editor : Agus Mulyadi