Pesawat Susi Air Tergelincir di Kupang - Kompas.com

Pesawat Susi Air Tergelincir di Kupang

Kompas.com - 09/09/2011, 14:11 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan PK-PVQ , Jumat (9/9/2011) sekitar pukul 12.04 tergelincir, sesaat setelah mendarat di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pilot Waren bersama kru dan dua penumpangnya selamat, namun sempat mengganggu penerbangan selama 50 menit.    

Manager Airport PT Angkasa Pura II Kupang, Nadjib Anshori, di Bandara El Tari Kupang, Jumat siang membenarkan insiden Susi Air rute Kissar (Maluku)-Kupang tersebut.

Nadjib menyebutkan,  pesawat dengan 12 tempat dduduk itu mendarat melalui landasan pacu 07 menuju landasan pacu 25.  Sesaat setelah menyentuh landasan, pesawat terasa oleng dan tergelincir. Namun tetap berhasil dikendalikan hingga terhindar dari kecelakaan. Setelah dicek ternyata roda belakang sebelah kanan pecah.

Butuh waktu sekitar 50 menit, untuk  mengevakuasi badan pesawat karena harus didorong ke hangar Lanudal di tepi kiri sebelah timur landasan.

Akibatnya, setidaknya dua pesawat susulannya yang terganggu peberbangannya. Kedua pesawat dimaksud adalah Garuda GA-438 yang sedianya tiba di El Tari Kupang pukul 13.20 yang langsung disusul Batavia Y6-755. Kedua  pesawat terpaksa harus membelok dulu dan transit di Makassar, Sulawesi Selatan, sebelum melanjutkan penerbangan ke Kupang, setelah evakuasi Susi Air berhasil.

Khusus penerbangan Batavia Y6-755, di antara penumpangnya termasuk Duta Besar Polandia untuk Indonesia, Giezegerz Wisniewski, bersama rombongan.

Kunjungan dubes membawa misi khusus, yakni menyerahkan bantuan untuk Klinik  Fiorreti di kawasan penfui, Kota Kupang.  

Penerbangan di Bandara El Tari Kupang pulih kembali sekitar 14.00 Wita.

EditorAgus Mulyadi

Terkini Lainnya

Kejutan-kejutan yang Diterima Anies Saat Tinjau Lokasi Genangan dan Banjir

Kejutan-kejutan yang Diterima Anies Saat Tinjau Lokasi Genangan dan Banjir

Megapolitan
Soal Limbah Medis di Cirebon, Kadinkes Jabar Sebut Ada Kelalaian Pihak Ketiga

Soal Limbah Medis di Cirebon, Kadinkes Jabar Sebut Ada Kelalaian Pihak Ketiga

Regional
Berita Terpopuler: AS Didiskualifikasi, hingga Pencabutan Penghargaan Aung San Suu Kyi

Berita Terpopuler: AS Didiskualifikasi, hingga Pencabutan Penghargaan Aung San Suu Kyi

Internasional
Pilkada Jateng, Demokrat Masih Pelajari Elektabilitas Figur

Pilkada Jateng, Demokrat Masih Pelajari Elektabilitas Figur

Nasional
Pemprov DKI Tanggung Biaya Perayaan Natal Bersama di Monas

Pemprov DKI Tanggung Biaya Perayaan Natal Bersama di Monas

Megapolitan
Kabel Masih Jadi Penyebab Genangan di Protokol Jakarta Sejak Era Ahok hingga Anies

Kabel Masih Jadi Penyebab Genangan di Protokol Jakarta Sejak Era Ahok hingga Anies

Megapolitan
Sandiaga: Saya Enggak Mau Datang ke DWP karena Pencitraan

Sandiaga: Saya Enggak Mau Datang ke DWP karena Pencitraan

Megapolitan
Terungkapnya Pemeran Video Porno yang Viral di Media Sosial

Terungkapnya Pemeran Video Porno yang Viral di Media Sosial

Megapolitan
Penolakan DWP dan Janji Pengawasan Ketat Anies-Sandiaga

Penolakan DWP dan Janji Pengawasan Ketat Anies-Sandiaga

Megapolitan
Mobil Mazda 6 Tiba-tiba Terbakar saat Akan Naik ke Gedung Parkir

Mobil Mazda 6 Tiba-tiba Terbakar saat Akan Naik ke Gedung Parkir

Regional
Penyebab Partai Berkarya dan Partai Garuda Tak Lanjut ke Tahap Verifikasi Faktual

Penyebab Partai Berkarya dan Partai Garuda Tak Lanjut ke Tahap Verifikasi Faktual

Nasional
Bocah Saudi Tewas Terkena Pecahan Misil Houthi

Bocah Saudi Tewas Terkena Pecahan Misil Houthi

Internasional
Bertemu Menteri PUPR, Fadli Zon Sempat Bahas Pembangunan Gedung DPR

Bertemu Menteri PUPR, Fadli Zon Sempat Bahas Pembangunan Gedung DPR

Nasional
Menanti Jawaban Saefullah Diminta Jadi Ketua Perayaan Natal di Monas

Menanti Jawaban Saefullah Diminta Jadi Ketua Perayaan Natal di Monas

Megapolitan
Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini

Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM