Rabu, 22 Oktober 2014

News / Regional

Nasib Buruh Migran

"Kecapekan", TKI Demak Meninggal di Saudi

Jumat, 9 September 2011 | 09:41 WIB

DEMAK, KOMPAS.com — Lagi, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) meninggal di Arab Saudi. Berdasarkan surat keterangan yang menyertai pemberitahuan kematiannya, Siti Khotijah (28), dinyatakan meninggal karena kecapekan.

Kabar mengejutkan diterima keluarga Siti di Dukuh Winong RT 02 RW 03 Desa Baleromo, Kecamatan Dempet Demak, Jawa Tengah. Kedua orangtuanya, Mulyono (49) dan Siti Suyati (46), tidak dapat menerima kepergian putri kesayangannya itu.

Menurut kakak Siti, Saekun (32), kabar meninggal adiknya sampai ke keluarga pada 14 Agustus 2011 lalu. Namun, surat resmi dari Konsulat Jenderal RI Jeddah bernomor 385/Jeddah/VIII/11 perihal pemberitahuan kematian Siti baru diterima keluarganya saat malam takbir Idul Fitri, Selasa (30/8/2011) lalu.

Dalam surat tersebut, Siti Khotijah meninggal dunia pada 8 Agustus 2011. Adapun penyebab kematian, berdasarkan surat keterangan dokter setempat, adalah kecapekan.

”Bapak dan Ibu langsung pingsan. Bahkan, sampai sekarang pun masih sering pingsan setiap mendengar berita kematian Siti,” jelas Saekun, Kamis (8/9/2011).

Saekun menambahkan,  adiknya berangkat bekerja ke luar negeri melalui PJTKI PT Jasebu Prima Internusa. Siti bekerja sebagai pembantu rumah tangga keluarga Ali Abdullah Mansur di Riyadh.

Setahu Saekun, selama dua tahun bekerja di Saudi, adiknya tidak pernah mengeluh sakit. Siti cukup sering menghubungi keluarganya. Menurut Saekun, Siti terakhir kali menghubungi mereka menjelang bulan Ramadhan lalu.

Waktu itu, ucap Saekun, Siti meminta keluarga tidak menghubunginya dulu selama Ramadhan karena dia akan diajak umroh oleh keluarga majikannya. Itulah terakhir kalinya Siti berkomunikasi dengan keluarganya, kabar selanjutnya justru meninggal karena kecapekan.

”Kami semua kehilangan Siti. Dia anak baik dan penurut,” ujar Saekun dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Kepala Desa Baleromo Ahmadi berharap pemerintah membantu kepulangan jenazah Siti ke rumah duka secepatnya sehingga dia bisa dimakamkan di kampung halamannya.

Pihak keluarga juga menolak jenazah Siti diotopsi karena mereka sudah merelakan kematian perempuan lajang itu. ”Kami selaku perangkat desa memohon pemerintah segera memulangkan jenazah Siti Khotijah dan mengurus semua hak-haknya sebagai TKI,” harap Ahmadi.


Editor : Kistyarini