Lebaran Ketupat Jadi Ajang Kampanye Pilgub - Kompas.com

Lebaran Ketupat Jadi Ajang Kampanye Pilgub

Kompas.com - 07/09/2011, 18:21 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com — Perayaan Lebaran Ketupat pada Rabu (7/9/2011) di Gorontalo berubah seperti ajang kampanye para bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Puluhan bahkan ratusan poster atau spanduk menghiasi titik-titik perayaan Lebaran Ketupat.

Hampir semua lokasi open house pada perayaan ini dihiasi poster pasangan bakal calon. Kondisi ini membuat beberapa warga merasa risih. Mereka menilai, seharusnya tradisi Lebaran Ketupat di Gorontalo yang dimaksudkan untuk menjalin silaturahim tidak ditunggangi oleh kepentingan politik.

"Ini kan suasana Lebaran seharusnya tidak perlu mereka memasang gambar atau foto pasangan yang akan maju pada pilgub nanti di lokasi open house. Kok, rasanya ditunggangi perayaan Lebaran ini," kata Sulaiman Ishak (40), salah satu warga pada perayaan Lebaran Ketupat di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.

Foto dan poster pasangan bakal calon yang banyak ditemui di lokasi-lokasi perayaan Lebaran Ketupat adalah pasangan Gusnar Ismail-Tony Uloli, Rusli Habibie-Idris Rahim, dan David Bobihoe-Nelson Pomalingo. Mereka sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo untuk maju pada pemilihan kepala daerah pada 16 November.

Sosiolog Universitas Negeri Gorontalo, Funco Tanipu, mengatakan, momentum ritual telah banyak mengalami komodifikasi, tak terkecuali Lebaran Ketupat di Gorontalo. Apalagi, Gorontalo akan memiliki hajatan besar pada 16 November, yakni pemilihan kepala daerah.

"Acara open house pada Lebaran Ketupat ini pun menjadi semacam persaingan identitas, baik bidang ekonomi maupun politik. Apalagi, sebentar lagi akan ada pilgub di Gorontalo," kata Funco.


EditorNasru Alam Aziz

Close Ads X