Rabu, 23 Juli 2014

News / Regional

Musim Kering, Harga Gabah Kembali Melambung

Jumat, 2 September 2011 | 02:08 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com - Harga gabah di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, melambung menyusul hasil panen padi musim kering atau gadu pada pertengahan 2011 yang kurang baik.

Sejumlah petani padi sawah yang dihubungi secara terpisah di Desa Kota Batu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, mengatakan, Kamis (1/9/2011), harga gabah di desa ini dalam beberapa hari terakhir terus melambung dan kini mencapai Rp 3.600/kg.

"Harga gabah sekarang terus naik, bahkan hingga Lebaran harganya mencapai Rp3.600/kg. Saya perkirakan harga masih akan terus naik," kata petani di Dusun Sangunjaya, Desa Kota Batu, Pubian Lampung Tengah, Kasino.

Dia menjelaskan, harga gabah yang mencapai Rp 3.600/kg jauh lebih tinggi jika dibandingkan saat musim panen padi gadu tahun sebelumnya yang hanya berkisar antara Rp 3.300/kg hingga Rp 3.500/kg.

"Biasanya harga gabah paling tinggi di sini antara Rp 3.300/kg hingga Rp 3.500/kg, sekarang ini lebih tinggi dan diperkirakan masih akan naik lagi," katanya.

Kasino yang juga menjadi pengumpul gabah memperkirakan harga gabah di desanya masih akan terus naik, paling tidak hingga akhir 2011 dan memasuki awal 2012.

Dia mengaku baru akan menjual gabah yang dibeli jika harganya sudah mencapai sekitar Rp 4.000/kg. "Kalau harganya sudah mencapai Rp 4.000/Kg atau lebih baru akan saya jual, karena kalau dijual sekarang akan merugi," katanya.

Sementara itu, seorang petani padi sawah di desa itu, Maripin (55), mengaku hasil panen padi gadu pada 2011 merosot tajam karena pengairan yang tidak mencukupi.

"Sekarang hasil panen padi gadu kurang bagus, kalau tanaman padi di lahan yang kurang air akan langsung kering, sedangkan di lahan yang ada air banyak bulir padinya keluar langsung tidak berisi," katannya.

Mereka mengaku dengan kondisi kualitas panen yang kurang bagus maka akan membuat harga gabah di tingkat petani terus melejit. Menyusul terus naiknya harga gabah membuat harga beras di tingkat petani di perdesaan setempat tinggi.

Harga beras kualitas sedang di desa Kota Batu yang berjarak sekitar 100 km barat laut Kota Bandarlampung sekitar Rp 6.000/kg, sedangkan sebelumnya harganya paling tinggi sekitar Rp 5.000/kg.

Kabupaten Lampung Tengah termasuk salah satu sentra pertanian padi di Provinsi Lampung, baik padi sawah musim penghujan (rendeng), maupun padi sawah musim kering (gadu), dan padi ladang (gogo).

Provinsi Lampung memiliki seluas 530.000 areal padi sawah yang bisa ditanami padi musim penghujan, dan sepertinganya ditanami padi musim kering (gadu).


Editor : Benny N Joewono
Sumber: