Kamis, 21 Agustus 2014

News / Regional

Kebakaran

Pasar Loak Dupak Surabaya Dilalap Api

Senin, 22 Agustus 2011 | 23:32 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Untuk kesekian kalinya Pasar Loak di Jl Raya Dupak, Surabaya, Jawa Timur, terbakar hebat. Senin (22/8/2011), api kembali meluluhlantakkan pasar yang menjual onderdil kendaraan bekas itu. Belum diketahui dari mana api bermula.

Informasinya, api pertama kali terlihat sekitar pukul 20.00. Saat itu, petugas penjaga pasar melihat api sudah mulai membesar. “Laporan kami terima sekitar pukul 20.00. Namun, kami belum bisa memastikan penyebab kejadian ini,” ujar Kanit Reskrim Polsek Asemrowo AKP Nafan.

Api dengan cepat membesar. Sekitar satu jam kemudian, api sudah merembet ke hampir semua blok di pasar legendaris itu. Delapan mobil PMK dikerahkan untuk menjinakkan api. Namun, banyaknya bahan yang mudah terbakar membuat api semakin sulit dikendalikan.

“Api terus membesar. Kami sudah mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan lokasi,” ujar Nafan. Petugas di lapangan memang mengalami kesulitan. Pasalnya, kondisi pasar kemarin dalam keadaan gelap gulita.

Menurut Nafan, saat terbakar pasar sudah tutup. Tidak ada aktivitas perniagaan di dalam area pasar. Pasar hanya dijaga oleh beberapa waker (penjaga). “Sebenarnya pasar sudah tutup sehingga aliran listrik sudah dimatikan. Karena itu, pasar (dalam keadaan) gelap,” paparnya.

Sejumlah saksi di lokasi kejadian sempat mendengar ledakan. Ledakan itu diduga berasal dari tabung las yang berada di dalam kios. Ratusan bahkan ribuan warga setempat dan pemilik kios tidak bisa berbuat banyak melihat api terus membesar. Mereka berusaha membantu memadamkan api dengan alat-alat seadanya.

Disinggung penyebab kebakaran ini, Nafan tidak ingin menduga-duga. Pasalnya, tim dari Unit Identifikasi Polrestabes Surabaya dan Labfor Polda Jatim belum bisa menjamah lokasi kebakaran karena api masih terus menyala.

“Kami belum bisa mengambil kesimpulan terkait penyebab kebakaran ini. Apakah ada unsur kesengajan atau tidak, kami tidak bisa berandai-andai,” tandas Nafan. Belum ada laporan korban jiwa dalam kebakaran kemarin. Hanya saja, dipastikan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Sebelum memastikan penyebab kebakaran, polisi harus menemukan dulu lokasi awal kebakaran (LAPK) setelah api benar-benar sudah padam.

Kebakaran kemarin merupakan kali kedua dalam kurun waktu satu tahun ini. Sebelumnya, Pasar Loak pernah terbakar hebat pada 24 Desember 2010. Peristiwa di malam Natal hingga kini juga belum diketahui penyebab pastinya. Yang jelas, dua peristiwa kebakaran itu hampir sama kejadiannya.

Saat itu pasar juga dalam kondisi tutup. Sekitar 180 kios pasar ludes di lalap api. Saat itu, kondisi pasar memang sangat mengenaskan. Meskipun di dalamnya terdapat puluhan tabung las dan benda mudah terbakar lainnya, polisi tidak memenukan hydran dan alat pemadam kebakaran lainnya.

Inilah yang membuat api sulit dikendalikan karena dalam waktu singkat langsung membesar. Pasar Loak sendiri dihuni 2.000-an kios yang dibagi dalam beberapa blok yang saling berimpitan.


Editor : Kistyarini
Sumber: