Jumat, 18 April 2014

News / Regional

Harga Tembakau Tembus Rp 100.000 Per Kg

Senin, 22 Agustus 2011 | 21:05 WIB

Baca juga

TEMANGGUNG, KOMPAS.com — Saat ini harga tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, telah menembus Rp. 100.000 per kilogram (kg). Harga ini ditetapkan pabrik rokok karena kualitas tembakau yang jauh lebih baik daripada tahun lalu.

Subakir, Kepala Desa Legoksari, Kecamatan Telogomulyo, mengatakan, harga tembakau kualitas C tahun ini telah mencapai Rp 160.000 per kg. Harga ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu karena kualitas C saat itu hanya dihargai Rp 45.000 sampai Rp 50.000 per kg.

Menurut dia, harga ini layak diperoleh petani karena kualitas tembakau jauh lebih bagus daripada tahun lalu.

"Dari aromanya saja, daun hasil panen kali ini sudah bisa dipastikan berkualitas baik dengan kadar nikotin jauh lebih tinggi daripada tahun kemarin," ujar Subakir, Senin (22/8/2011).

Hasil panen tembakau berkualitas karena kondisi cuaca yang mendukung, panas tanpa hujan selama tiga bulan terakhir. Jika cuaca tetap bertahan seperti ini, menurut Subakir, para petani optimistis akan mampu mendapatkan hasil panen tembakau srintil, yang biasanya laku terjual dengan harga mahal, di atas Rp 200.000 per kg.

Tembakau srintil ini urung mereka dapatkan pada tahun 2010 karena ketika itu, hujan terus turun sepanjang tahun.

Tanda-tanda akan munculnya tembakau srintil, sudah mulai ditunjukkan dari munculnya bintik-bintik jamur berwarna kekuningan dari daun tembakau yang dipetik terakhir kali.  

"Setelah muncul jamur kuning ini, maka pada petikan berikutnya, biasanya tembakau yang dipanen adalah tembakau srintil," ujarnya.

Sujito, petani asal Desa Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, mengatakan, saat ini harga tembakau tertinggi di Desa Kwadungan Jurang, telah mencapai Rp 120.000 per kg. Harga ini hampir mendekati harga jual tembakau tertinggi dari hasil panen terakhir, Rp 140.000 per kg.  

"Jika pada tahun lalu, harga jual cukup berhenti pada Rp 120.000 per kg, maka pada tahun ini, kami optimistis harga saat ini akan terus naik, bahkan lebih dari Rp 300.000 per kg," ujarnya.

Di Kabupaten Temanggung, luas areal tanaman tembakau tahun ini mencapai 14.244 hektar, dan tersebar di 15 kecamatan.

Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Temanggung, Agus Setiawan, mengatakan, selain karena kualitas tembakau bagus, harga jual yang tinggi terjadi karena permintaan dan kebutuhan pabrik rokok juga tinggi.  

"Tahun ini, pabrik akan membeli banyak tembakau untuk mencukupi kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi akibat gagal panen tahun kemarin," ujarnya.

 


Editor : Agus Mulyadi