Senin, 22 Desember 2014

News / Regional

Arus Mudik, Parepare Buka 7 Rute Pelayaran

Minggu, 21 Agustus 2011 | 21:39 WIB

Terkait

PAREPARE, KOMPAS.com - Menghadapi lonjakan penumpang jelang lebaran, Pelabuhan Nusantara, Parepare akan membuka dan melayani tujuh rute pelayaran, untuk perjalanan ke Kalimantan dan Jawa.

"Rute yang akan dibuka untuk calon penumpang yang hendak pulang mudik, termasuk mereka yang akan kembali selepas lebaran mendatang, rute Samarinda, Balikpapan, Nunukan, Surabaya, Jakarta, Kijang dan Batu Licin akan dibuka. Pekan ini adalah pekan puncak arus mudik," kata Kasi KLK Administrasi Pelabuhan (Adpel) Kota Parepare Amran Maro, Minggu (21/8/2011) siang tadi.

Amran mengemukakan, peningkatan arus penumpang terjadi pekan ini, dan diperkirakan bertahan hingga sepekan setelah Idul Fitri mendatang.  Amran mengatakan, dengan dibuka tujuh rute pelayaran sesuai dengan banyaknya permintaan calon penumpang kapal motor, maka kekhawatiran calon penumpang akan terjawab.

"Untuk pelayanan maksimal bagi calon penumpang, kami juga membuka posko informasi dan pos pelayanan dalam area pelabuhan," jelasnya lagi.

Amran menjelaskan, untuk rute Samarinda, calon penumpang akan dilayani pelayaran KM Binaiya, Queen Soya, Teratai Prima, Tanjung Manis dan KM Prince Soya. Rute pelayaran ke Balikpapan, menggunakan jasa pelayaran KM Umsini, Tidar, Madani Nusantara.

Untuk rute ke Nunukan, di siapkan KM Tidar, Umsini, Thalia, Chatleya Express dan Bukit Siguntang. Sementara rute Surabaya, Jakarta dan Batu Licin, calon penumpang bisa menggunakan jasa pelayaran KM Tidar, Umsini, KM Binaiya.

Secara terpisah, Wakapolresta Parepare Andi Y Enoch, mengatakan, sejak pekan lalu, telah ditempatkan pos pelayanan dan personil keamanan di area pelabuhan yang akan disiagakan hingga minus tujuh setelah lebaran.

"Oknum calo, penipu hingga copet yang mungkin saja beraksi di musim-musim mudik ini, akan menjadi fokus perhatian kami. Jadi penumpang asal daerah lain tidak perlu risau karena upaya pengamanan akan kami maksimalkan," terangnya.


Editor : Glori K. Wadrianto