Senin, 24 November 2014

News / Regional

Harga Tembakau di Bojonegoro Membaik

Senin, 15 Agustus 2011 | 19:46 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com —  Harga tembakau di Bojonegoro mulai membaik. Harga tembakau daun bawah dalam kondisi basah sudah mencapai Rp 3.000- Rp 5.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 1.500-Rp 2.500 per kg . Harga daun tembakau kering atau rajangan Rp 15.000-Rp 20.000 per kg. Saat ini tembakau sudah memasuki masa petik I-III.

Kepala Bidang Usaha Perkebunan Khoirul Insan, Senin (15/8/2011), menuturkan, masa tanam dan masa petik tembakau sangat bergantung pada cuaca. Umumnya, tembakau memasuki masa panen setelah berumur 65 hari. Jika tidak ada hujan, dapat dipanen lima hari sekali dan paling lambat tujuh hari dengan jumlah petikan daun rata-rata 2-3 daun .

"Secara normal pemetikan bisa dilakukan tujuh sampai delapan kali. Satu kali petik, bisa sebanyak 20-24 daun," ujar Khoirul.

Melonjaknya harga tembakau di Bojonegoro melonjak karena mutunya saat ini juga baik. Menurut salah satu petani tembakau di Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo, Mochammad Rodhi, mutu tembakau relatif bagus, tidak terkena hama dan tidak membusuk akibat hujan seperti tahun lalu.

Ia menuturkan, masa panen dari awal petikan pertama hingga pucuk bisa dilakukan sekitar dua bulan. Harga sepertinya terus naik melihat panenan bagus bisa bersaing dengan produk impor. "Kendala yang masih dikhawatirkan petani bila hujan turun mendadak bisa menyebabkan tembakau mati dan kualitasnya jelek," ujar Rodhi.

Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bojonegoro mengalkulasi panen raya tembakau dengan masa tanam 3 Mei hingga 1 Juni diperkirakan mencapai 4.602 hektar yang memasuki masa petik I hingga petik III. Tanaman tembakau masa petik I dengan masa tanam 20-30 Mei tersebar di Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, Kepohbaru, Baureno, Kanor, Sumberrejo, Sukosewu, dan beberapa daerah lain mencapai 1.225 hektar. Masa tanam 1-10 Juni yang memasuki petik I seluas 3.377 hektar.

Realisasi tanam tembakau hingga Juli sebanyak 13.467 hektar tersebar di 22 kecamatan. Tembakau Virginia seluas 11.725 hektar dan tembakau Jawa 1.742 hektar. Tahun ini diharapkan panenan tembakau terserap ke perusahaan mitra petani. Sebagian produksi tembakau dilempar ke luar daerah, termasuk Medan, khususnya untuk rokok jenis putihan.

 


Editor : Pepih Nugraha