Selasa, 23 September 2014

News / Regional

LALU LINTAS DI BALI

Tewas Kecelakaan Duduki Peringkat III

Kamis, 4 Agustus 2011 | 19:01 WIB

Terkait

DENPASAR, KOMPAS.com - Angka meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas lima tahun terakhir terus naik dari 511 orang di tahun 2005 menjadi 606 orang tahun 2010.

Ini menjadikan warga meninggal karena kecelakaan menduduki peringkat ke tiga kematian penduduk Pulau Dewata setelah kardiovaskuler (gagal jantung) dan diabetes melitus. Padahal lima tahun lalu masih menduduki peringkat ke delapan. Namun, angka ini belum termasuk korban kecelakaan yang meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Bahkan, sebagian besar kecelakaan tersebut dialami para pengendara kendaraan roda dua dengan usia antara 16 tahun-25 tahun. Rata-rata sehari remaja yang tewas karena kecelakaan lalu lintas tercatat oleh Kepolisian Daerah Bali antara dua orang hingga tiga orang.

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Syauqie Achmad mengatakan penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah rendahnya kesadaran pengendara berlalu lintas, selain kualitas jalan raya hingga tingginya pertumbuhan kendaraan roda dua.

"Kami mendata lebih dari separuh pengguna lalu lintas yang mengalami kecelakaan tidak mengantongi surat izin mengemudi (SIM) dan mereka ini hampir 85 persennya adalah para pengendara roda dua," katanya, di Denpasar, Kamis (4/8/2011).

Ia menambahkan pihaknya tidak menyangka pertumbuhan kendaraan roda dua rata-rata setiap bulannya untuk enam bulan terakhi di tahun 2011 ini sekitar 40.000 unit. Jumlah kendaraan roda dua tercatat dari Januari hingga Juni tahun ini 2 juta unit dari total kendaraan bermotor 2,2 juta unit. Padahal, tahun 2005 masih tercatat satu juta unit kendaraan roda dua dari total 1,2 juta unit segala jenis kendaraan bermotor dan tahun 2010 tercatat sekitar 1,7 unit kendaraan roda dua dari total sekitar 2 juta unit segala jenis kendaraan.

Namun, Achmad mengakui sulit menekan pertumbuhan ini, apalagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), khususnya di Denpasar, rata-rata mengendarai kendaraan roda dua ke sekolah.

Karenanya, ia berharap dengan adanya kerja sama dengan pihak sekolah mampu meningkatkan kesadaran berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan.

Awal tahun ini, Kepolisian Daerah Bali mengoperasikan Regional Traffic Management Center (RTMC) untuk memantau lalu lintas selama 24 jam penuh melalui 56 layar CCTV yang terkoneksi langsung ke markas Polda Bali. Harapannya, RTMC, mampu mengatisipasi kemacetan lalu lintas dan mempercepat penanganan saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Sutedja membenarkan adanya data tersebut. "Korban tewas karena kecelakaan terbanyak luka di bagian kepala. Kemungkinan besar korban tidak menggunakan helm atau menggunakan helm tetapi tidak dipasang dengan baik, sehingga kepala terbentur aspal jalan atau benda keras lainnya," jelasnya.

Hingga saat ini belum ada solusi pasti dari pemerintah setempat untuk menekan angka kematian maupun pertumbuhan kendaraan roda dua. Apalagi, pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Bali masih bergantung dari pemasukan pajak kendaraan bermotor dan bea bali nama kendaraan bemotor sekitar Rp 917 miliar dari total PAD tahun 2010 sekitar Rp 1,2 triliun. 

 


Editor : Robert Adhi Kusumaputra