Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 03:37 WIB
Penyakit
Penyebaran Flu Burung Kian Meluas
Reny Sri Ayu Taslim | Agus Mulyadi | Selasa, 2 Agustus 2011 | 22:30 WIB
|
Share:

PALU, KOMPAS.com - Sejak merebak awal Juli lalu, penyebaran virus flu burung di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dan sekitarnya kian meluas.

Hingga Selasa (2/8/2011) dilaporkan, sudah ratusan ternak ayam maupun burung yang mati mendadak. Bahkan pada Selasa siang, masih terjadi kasus ternak mati mendadak. Upaya penyemprotan sudah dilakukan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan kelautan Kota Palu namun hasilnya belum maksimal.

"Penyemprotan memang belum maksimal karena yang disemprot baru kandang milik peternak yang melapor. Yang ada kasus tapi pemiliknya tidak melapor, masih belum dis emprot. Kami juga terkendala kurangnya desinfektan," kata Hasniwaty, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan Kota Palu, Selasa.

Menurut Hidnawaty, upaya menekan penyebaran virus flu burung yang dilakukan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan Kota Palu terhambat minimnya desinfektan. Untuk keperluan penyemprotan, sejauh ini desinfektan yang digunakan adalah sisa stok tahun lalu. Pada tahun ini, belum ada pengadaan untuk desinfektan.   

"Kami baru meminta kepada pemerintah kota untuk mengadakan desinfektan. Tahun ini memang tidak ada pengadaan, karena tahun lalu Palu bebas flu burung. Jadi untuk sementara hanya sisa stok yang kami pakai. Kami belum tahu berapa banyak yang diperlukan, tapi untuk sementara berdasarkan jumlah kasus, kami setidaknya membutuhkan 10 dos desinfektan. Satu dos biasanya berisi 12 dosis," kata Hasniwaty.

Berdasarkan data Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan Kota Palu, dari 43 kelurahan yang ada, sebanyak delapan di antaranya sudah terserang flu burung. Kelurahan itu antara lain Donggala Kodi, Lolu Selatan, Tana Modindi, Duyu, Kamonji, Tatura Utara, Talise, serta Besusu Tengah.

Semula flu burung menyerang ternak merpati di Kelurahan Donggala Kodi. Selanjutnya serangan menyebar ke ternak ayam dan kecamatan tetangga, hingga kini total sudah ada delapan kecamatan yang terserang dengan jumlah ternak yang mati lebih dari 300-an ekor.

Terkait hal ini, Wali Kota Palu, Rusdi Mastura, mengeluarkan surat edaran nomor 443.1/270/Disperhutla, kepada seluruh camat untuk mengantisipasi kian meluasnya penyebaran flu burung. Para camat di antaranya diminta melakukan penyemprotan desinfektan ke kandang-kandang ternak milik warga.

Selain itu, dinas dan para camat juga diperintahkan untuk mengawasi lalu-lintas kaluar masuk ayam dari dan ke Kota Palu. Memang flu burung diduga masuk melalui ternak ayam yang berasal dari luar Kota Palu, namun hingga kini belum diketahui dari daerah mana asalnya. Selain itu, virus flu burung juga diduga merebak akibat perubahan cuaca dari hujan ke panas.