Jumat, 18 April 2014

News / Regional

Lahan yang Terbakar Sekitar 100 Hektar

Senin, 1 Agustus 2011 | 21:08 WIB

Baca juga

GARUT, KOMPAS.com - Kebakaran di kawasan lereng Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (31/7/2011) malam, sudah mencapai 100 hektare areal hutan konservasi yang sebagian besar ditumbuhi tanaman ilalang.

"Kebakaran di lereng Gunung Guntur itu sedikitnya sudah membakar 100 hektare areal hutan konservasi," kata Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Garut Teguh Setiawan kepada wartawan, Senin (1/8/2011).

Ia mengatakan, kawasan di lereng Gunung Guntur yang menjadi tanggung jawab BKSDA sudah beberapa kali terbakar saat musim kemarau.

"Kebakaran kali ini merupakan yang cukup besar pada musim kemarau 2011, karena awal kejadiannya tidak cepat diketahui sehingga kobaran api membesar dan menyebar sehingga sulit dipadamkan," katanya.

Kebakaran tersebut diketahui warga setempat setelah menunaikan shalat Tarawih pada Minggu malam. Api membakar tanaman di blok Cilopang dan Blok Legok Jambu, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler.

"Lahan yang terbakar kali ini terhitung besar sehingga menimbulkan kerugian yang saya kira cukup besar," katanya.

Menurut dia, bentuk kerugian akibat kebakaran tersebut, meski arealnya tidak ditumbuhi pohon, tetapi kerusakan terjadi pada ekosistem, bahkan sejumlah hewan yang habitatnya di lereng Gunung Guntur ikut terbakar.

Penyebab utama kebakaran tersebut, kata Teguh, belum dapat diketahui, masih dalam penyelidikan sekaligus mempelajari pemicu kebakaran pada musim kemarau. "Kebakaran juga terjadi tiga minggu lalu, tetapi tidak terlalu besar, penyebabnya kita juga belum tahu," katanya.

Kebakaran di lereng Gunung Guntur tersebut berhasil dipadamkan pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, setelah petugas BKSDA dibantu masyarakat memadamkan api dengan alat sederhana seperti kayu untuk memukul api agar tidak menjalar ke tanaman lain.

Selanjutnya warga bersiaga di kawasan tersebut hingga pukul 03.00 WIB karena khawatir masih ada percikan api yang dapat menimbulkan kembali kebakaran.

"Meskipun kebakaran ini tidak mengancam permukiman penduduk, tetapi diharapkan masyarakat tetap berperan aktif menjaga Gunung Guntur agar tidak terjadi lagi kebakaran," kata Teguh.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: