Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ritual Padusan, Ribuan Orang di Parangtritis

Kompas.com - 31/07/2011, 19:59 WIB

BANTUL, KOMPAS.com — Ribuan pengunjung memadati Pantai Parangtritis, DI Yogyakarta, untuk melakukan ritual padusan atau mandi besar menjelang masuknya bulan puasa, Minggu (31/7/2011).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap sehari menjelang masuknya bulan puasa, warga di DI Yogyakarta dan sekitarnya selalu menggelar ritual padusan. Pantai parangtritis adalah tempat yang selalu diserbu warga untuk melaksanakan ritual tersebut.

"Guna antisipasi agar tidak terjadi lakalaut, kami siapkan semua regu untuk mengamankan jalannya ritual padusan," ujar Sekretaris SAR Parangtritis Taufik Faqih Usman.

Taufik menambahkan, selain 73 personel SAR, pihaknya juga dibantu oleh 100 personel dari kepolisian. Pengunjung sudah memadati Pantai Parangtritis sejak pukul 11.00 dan puncak kepadatan pengunjung terjadi sekitar pukul 15.00.

Dalam ritual padusan kali ini, tiga pengunjung sempat terseret ombak saat mandi di sekitar palung laut. Namun, berkat kesigapan petugas, semua korban yang terseret ke tengah laut bisa diselamatkan.

Tiga korban yang berhasil diselamatkan adalah Alfian (22), warga Jebres, Solo; Budiono (17), warga Nogosari, Boyolali; dan Arif (15), warga Bambanglipuro, Bantul. "Melalui pengeras suara dan petugas di lapangan, kami selalu mengingatkan pengunjung agar jangan mandi di tempat berbahaya. Papan peringatan juga ada, tetapi terkadang pengunjungnya kurang memperhatikan," kata Taufik.

Sementara itu, karena padatnya arus kendaraan yang masuk dan keluar dari obyek wisata Parangtritis, pihak kepolisian sempat memberlakukan satu jalur dari pintu masuk obyek wisata. "Karena arus balik dari arah selatan mengalami peningkatan cukup tajam dan kendaraan pengunjung yang datang juga masih padat, arus balik kami alihkan melalui Pantai Depok," kata Kanit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Bantul Ipda Amir.

Sementara itu, dari data di Tempat Penarikan Restribusi Obyek Wisata Pantai Parangtritis, hingga pukul 18.00, jumlah pengunjung yang datang mencapai 19.000 orang. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah pengunjung pada ritual padusan tahun lalu yang hanya mencapai 11.000 orang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com