Kamis, 24 April 2014

News / Regional

Telur Mimi, Hanya Ada Jelang Bulan Puasa

Minggu, 31 Juli 2011 | 18:08 WIB

Baca juga

KENDAL, KOMPAS.com — Menyambut bulan puasa yang jatuh pada hari Senin (1/8/2011) besok, masyarakat Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menggelar tradisi yang dikemas dalam wisata kuliner halal Tukudher, Minggu (31/7/2011) sore.

Wisata kuliner tersebut berisi aneka makanan dan jajanan tradisional khas Kaliwungu. Beberapa di antaranya adalah bubur, kue pancong, dan getuk. Namun, dari sekian banyak makanan dan jajanan khas Kaliwungu yang dijual di halaman parkir Masjid Agung Kaliwungu itu, telur mimi-lah yang menjadi favorit warga.

Pasalnya, masyarakat Kaliwungu mempercayai bahwa ibadah puasanya kurang lengkap jika tidak makan telur ikan mimi itu. Telur ikan mimi hanya disajikan setiap menjelang bulan puasa.

Sunaryo (40), salah seorang pedagang makanan khas Kaliwungu tersebut, mengaku bahwa  telur mimi merupakan telur dari ikan mimi yang sejenis dengan ikan pari. Makanan yang dalam bahasa lokal disebut ndog mimi tersebut menjadi khas karena hanya bisa dijumpai pada bulan Ramadan dan tidak dijual pada hari lainnya.

"Telur ikan mimi yang sudah masak dikerok dari cangkangnya, kemudian dicampur dengan parutan kelapa muda yang sudah dibumbui," kata Sunaryo.

Warga terlihat rela berdesak-desakan untuk mendapatkan makanan khas tersebut. Pasalnya, jika mereka datang terlambat, dipastikan tidak kebagian telur mimi dan terpaksa menunggu setahun lagi. "Kalau tidak cepet-cepet nanti takutnya malah tidak kebagian. Kalau habis kan harus nunggu satu tahun lagi," kata Edi (35), warga Kecamatan Kaliwungu, yang ikut mengantre di salah satu pedagang telur mimi.

Edi mengaku, ibadah puasanya kurang lengkap jika belum makan telur mimi. Untuk itulah, dia mengaku setiap berbuka puasa tak lupa memakan telur mimi. "Setiap buka puasa, saya biasa makan telur mimi," ujarnya.


Editor : Glori K. Wadrianto