Keberagaman Budaya Jadi Kekuatan NKRI - Kompas.com

Keberagaman Budaya Jadi Kekuatan NKRI

Kompas.com - 23/07/2011, 11:26 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Keragaman budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat sejak dahulu harus terus diangkat menjadi kekuatan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, demikian diungkapkan Direktur Jenderal Nilai Seni, Budaya, dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Ukus Kuswara.

"Tak dapat dimungkiri, bangsa Indonesia telah terdiri dan terbangun dari keanekaragaman dan perbedaan sedari dulu," katanya saat mewakili Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada pembukaan "Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia (TKTBI) 2011" di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Jumat.

Ia mengatakan, keragaman itu antara lain meliputi ribuan pulau, suku bangsa, bahasa, agama, aliran kepercayaan, cara pandang, dan cara hidup.

Meski demikian, menurut dia, keragaman itu menjadi kekuatan pemersatu bangsa dalam NKRI.

Ia mengatakan, TKTBI salah satu momentum tepat untuk menata konsep menuju realisasi visi dan misi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) terkait dengan upaya mengoptimalkan peran budaya dalam pembangunan entitas dan identitas kebangsaan NKRI.

Indonesia, menurut dia, kaya akan potensi industri kreatif. "Pasalnya, Indonesia memiliki sejuta potensi yang bisa dikembangkan menjadi industri kreatif sehingga dapat perlahan mengubah sifat konsumerisme masyarakat menjadi budaya produktif dengan menjadikan potensi seni budaya menjadi industri kreatif," katanya.

Kemenbudpar melalui peranan Taman Budaya di setiap provinsi mengajak masyarakat membangun tabiat positif dan optimistis sehingga keberagaman yang dimiliki bangsa tidak menjadi sumber masalah, melainkan solusi atas masalah.

"Ini agar keberagaman ini menjadi sumber inspirasi setiap individu masyarakat membangun jati diri pribadi dan negerinya, mampu mengubah energi negatif menjadi positif, bisa menjadi solusi bukan sumber permasalahan, bisa jadi unsur perekat persatuan bangsa bukannya sumber keterpecahan," katanya.

Ia mengatakan, TKTBI secara berkala di tingkat nasional membantu percepatan dan mempermudah pembangunan kesenian dan kebudayaan bangsa yang beragam tersebut.

Temu karya itu, katanya, wadah ekspresi budaya dan seni masyarakat, ajang penciptaan jaringan kebudayaan agar lebih luas dan wadah ilmiah para peneliti seni budaya serta pelaku seni budaya. Selain itu, referensi para pengambil kebijakan di pemerintahan dalam menentukan berbagai langkah strategis pembangunan kebudayaan di daerah masing-masing untuk sumber penghidupan masyarakat.

Temu Karya di Kota Solo yang berlangsung hingga 27 Juli 2011 itu diikuti para kepala Taman Budaya se-Indonesia dan tim kesenian masing-masing daerah.

Berbagai materi kegiatan antara lain pentas seni oleh setiap tim kesenian, rapat koordinasi para kepala Taman Budaya, pameran foto seni budaya, pentas kesenian berbagai grup berasal dari kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, bazar, dan pesta kuliner.

EditorJodhi Yudono

Terkini Lainnya

Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

Nasional
Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

Regional
Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

Nasional
65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

Regional
Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

Nasional
KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

Nasional
Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

Regional
Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

Nasional
Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

Internasional
Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

Nasional
Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

Nasional
Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

Megapolitan
Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

Regional
Unik, Hotel di Solo Ini Ciptakan Pohon Natal dari Bahan Mi Soun

Unik, Hotel di Solo Ini Ciptakan Pohon Natal dari Bahan Mi Soun

Nasional
Kemendikbud Ralat Konten Buku Kelas VI Kurikulum 2006 soal Ibu Kota Israel

Kemendikbud Ralat Konten Buku Kelas VI Kurikulum 2006 soal Ibu Kota Israel

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM