Minggu, 30 Agustus 2015

Regional

Keberagaman Budaya Jadi Kekuatan NKRI

Sabtu, 23 Juli 2011 | 11:26 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Keragaman budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat sejak dahulu harus terus diangkat menjadi kekuatan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, demikian diungkapkan Direktur Jenderal Nilai Seni, Budaya, dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Ukus Kuswara.

"Tak dapat dimungkiri, bangsa Indonesia telah terdiri dan terbangun dari keanekaragaman dan perbedaan sedari dulu," katanya saat mewakili Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada pembukaan "Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia (TKTBI) 2011" di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Jumat.

Ia mengatakan, keragaman itu antara lain meliputi ribuan pulau, suku bangsa, bahasa, agama, aliran kepercayaan, cara pandang, dan cara hidup.

Meski demikian, menurut dia, keragaman itu menjadi kekuatan pemersatu bangsa dalam NKRI.

Ia mengatakan, TKTBI salah satu momentum tepat untuk menata konsep menuju realisasi visi dan misi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) terkait dengan upaya mengoptimalkan peran budaya dalam pembangunan entitas dan identitas kebangsaan NKRI.

Indonesia, menurut dia, kaya akan potensi industri kreatif. "Pasalnya, Indonesia memiliki sejuta potensi yang bisa dikembangkan menjadi industri kreatif sehingga dapat perlahan mengubah sifat konsumerisme masyarakat menjadi budaya produktif dengan menjadikan potensi seni budaya menjadi industri kreatif," katanya.

Kemenbudpar melalui peranan Taman Budaya di setiap provinsi mengajak masyarakat membangun tabiat positif dan optimistis sehingga keberagaman yang dimiliki bangsa tidak menjadi sumber masalah, melainkan solusi atas masalah.

"Ini agar keberagaman ini menjadi sumber inspirasi setiap individu masyarakat membangun jati diri pribadi dan negerinya, mampu mengubah energi negatif menjadi positif, bisa menjadi solusi bukan sumber permasalahan, bisa jadi unsur perekat persatuan bangsa bukannya sumber keterpecahan," katanya.

Ia mengatakan, TKTBI secara berkala di tingkat nasional membantu percepatan dan mempermudah pembangunan kesenian dan kebudayaan bangsa yang beragam tersebut.

Temu karya itu, katanya, wadah ekspresi budaya dan seni masyarakat, ajang penciptaan jaringan kebudayaan agar lebih luas dan wadah ilmiah para peneliti seni budaya serta pelaku seni budaya. Selain itu, referensi para pengambil kebijakan di pemerintahan dalam menentukan berbagai langkah strategis pembangunan kebudayaan di daerah masing-masing untuk sumber penghidupan masyarakat.

Temu Karya di Kota Solo yang berlangsung hingga 27 Juli 2011 itu diikuti para kepala Taman Budaya se-Indonesia dan tim kesenian masing-masing daerah.

Berbagai materi kegiatan antara lain pentas seni oleh setiap tim kesenian, rapat koordinasi para kepala Taman Budaya, pameran foto seni budaya, pentas kesenian berbagai grup berasal dari kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, bazar, dan pesta kuliner.

Editor : Jodhi Yudono
Sumber: