Sabtu, 23 Agustus 2014

News / Regional

Hortikultura

Harga Bawang Merah Anjlok

Jumat, 22 Juli 2011 | 21:10 WIB

BREBES, KOMPAS.com - Harga bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali turun setelah awal bulan lalu juga turun.

Anjloknya harga bawang merah, akibat pengaruh panen raya dan masuknya bawang merah dari daerah lain. Para petani mengeluhkan kondisi itu, karena anjloknya harga bawang merah mengakibatkan mereka rugi.

Sugito (47), petani bawang merah di Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes, Jumat (22/7/2011), mengatakan, awal bulan lalu harga bawang merah turun dari sekitar Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per kilogram (kg), menjadi Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kg. Saat ini, harga bawang merah kembali turun menjadi Rp 6.000 per kg.

Menurut dia, penurunan harga itu sangat merugikan petani. Apalagi pada musim tanam ini, biaya yang harus ditanggung petani mahal, terutama untuk kebutuhan benih yang mencapai Rp 2 juta per kuintal. Secara keseluruhan, biaya yang dibutuhkan untuk lahan seluas 1.800 meter persegi mencapai Rp 13,4 juta.

Selain itu, petani juga menghadapi serangan hama ulat, yang mengakibatkan produksi tidak maksimal. Dari lahan 1.800 meter yang biasanya dihasilkan sekitar 2,4 ton bawang merah, saat ini hanya diperoleh sekitar 1,5 ton bawang.

Sekretaris Kelompok Tani Sumber Pangan, Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Subekhan, mengatakan, seharusnya menjelang bulan Puasa harga bawang merah naik, seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun saat ini justru sebaliknya.

Padahal dari sekitar 120 hektar sawah di wilayahnya, 70 persen di antaranya ditanami bawang merah, sedangkan sisanya cabai. "Sekarang bawang jadi harapan petani agar bisa menikmati Lebaran," ujarnya.

Ia berharap, pemerintah segera turun tangan membantu mengatasi kondisi itu, di antaranya dengan mencegah masuknya bawang dari luar daerah ke Brebes. Apabila petani terus merugi, hal itu akan berdampak luas pada kehidupan sosial mereka. Biasanya kerugian tersebut akan memicu isteri-isteri petani untuk bekerja menjadi TKI di luar negeri, memicu penjualan sawah, bahkan tidak jarang menimbulkan perceraian.

Saefudin Juhri (35), pedagang bawang merah di Brebes mengatakan, penurunan harga bawang merah akibat melimpahnya pasokan. Selain karena sebagian petani bawang di Brebes mulai panen, saat ini daerah itu juga mendapat pasokan bawang merah dari Sukomoro, Jawa Timur. Rata-rata setiap hari, sekitar 160 ton bawang dari Jawa Timur masuk ke Brebes.

Menurut dia, kerugian tidak hanya dialami petani, tetapi juga sebagian pedagang. Akhir bulan lalu, saat harga bawang tinggi, para pedagang saling berebut mendapatkan bawang, sehingga mereka rela membeli bawang belum siap panen dengan harga mahal. Namun ternyata saat panen, harga bawang merah anjlok.

Sekretaris Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari, mengatakan, pasokan bawang merah melimpah karena saat ini di Brebes juga sedang panen raya. Dari luas tanaman bawang sekitar 14.000 hektar, sekitar 40 persennya sudah panen. Panen diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan depan.

Menurut dia, pemerintah harus membantu petani, agar harga bawang merah tidak semakin turun. Hal itu antara lain dengan membeli bawang hasil panen petani.

 


Editor : Agus Mulyadi