Jumat, 22 Agustus 2014

News / Bisnis & Keuangan

Produksi Gula Nasional Turun

Kamis, 21 Juli 2011 | 17:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) memperkirakan, produksi gula kristal putih nasional berbasis tebu dalam negeri hanya sekitar 2,4 juta ton, atau lebih rendah dari target. Rendahnya produksi selain karena faktor cuaca, juga akibat renndahnya rendemen gula pada musim giling tahun ini.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat APTRI Sumitro Samadikoen dalam konferensi pers, Kamis (21/7/2011), di Jakarta. "Dengan kondisi produksi seperti sekarang, mustahil target produksi gula bakal tercapai," katanya.

Sumitro mengatakan, pada akhir tahun 2010 banyak tebu petani yang tidak bisa dipanen akibat hujan terus berlangsung sehingga ada kendala tebang angkut. Ada juga tanaman tebu yang sekadar dipapras, tetapi tidak dirawat. Begitu pula masih banyak tanaman tebu petani yang dibiarkan tidak dirawat.

Kondisi ini makin diperparah dengan kondisi iklim yang tidak mendukung tahun ini. Pada tebang tebu di awal musim giling rendemen rata-rata 5 persen, hingga saat ini pun rata-rata rendemen masih di bawah 7 persen.

Di Lampung, beberapa petani bahkan sudah mengajukan diri untuk tidak lagi menanam tebu. Ini disebabkan rendahnya rendemen dan harga jual gula saat lelang.

Wakil Sekretaris Jenderal APTRI Nur Khabsin mengatakan, harga lelang gula pada musim giling akhir 2010 mencapai Rp 9.400 per kg. Pada awal giling 2011 hanya pernah menyentuh Rp 7.180 dan sekarang hanya mencapai Rp 8.400. Belum lagi kebijakan tata niaga dan distribusi gula rafinasi yang justru mendistorsi pasar gula petani.


Editor : Robert Adhi Kusumaputra