SUBANG, KOMPAS.com — Semenjak tiba di kampung halamannya, di Trumtum, Desa Patimban Pusakanagara, Subang, Jawa Barat, Darsem mengisi waktunya dengan kegiatan rumah tangga. Ia menunggu anaknya pulang sekolah sambil mencuci pakaian, memasak, dan menerima tamu kerabat atau kawan dari jauh yang masih berdatangan ingin berjumpa dengannya.
Darsem terus berharap dapat memiliki rumah sendiri. Ia mengaku telah membayar uang muka untuk mendapatkan rumah yang terletak di depan rumah orangtuanya. Walau ayahnya, Dawud Tawar, menyarankan untuk membeli rumah pinggir jalan, Darsem memilih dekat orangtuanya. "Saya enggak mau jauh dari orangtua," katanya kepada Kompas.com, Selasa (19/7/2011) malam.
Lagi pula, sambungnya, anaknya, Sapi'i, tidak begitu jauh jika ingin main ke rumah nenek atau kakeknya. "Nanti kalau Sapi'i mau tidur dengan neneknya tinggal lari aja," kata dia.
Kehadiran Darsem di tengah keluarga merupakan kegembiraan besar. Hal itu khususnya bagi Carmen, neneknya, yang menyebut kepulangan cucunya sungguh menyenangkan hatinya. "Tingginya gunung, dalamnya laut, masih besar hati Emak," kata Carmen dengan mata berbinar.
Belum cair
Selanjutnya, menjalani kehidupan barunya, Darsem tengah memikirkan usaha yang bisa dijadikan penopang ekonomi keluarga. Ia terpikir untuk berdagang beras dan membuka toko kelontong. Ia berharap, uang bantuan yang dikumpulkan pemirsa salah satu stasiun televisi nasional bisa menjadi modal. Namun, uang itu hingga kini belum bisa dicairkan karena Darsem belum membuka rekening di bank.
Dalam waktu dekat, Darsem, akan mengutamakan niat keluarganya melangsungkan syukuran dengan pengajian. Kemudian ia akan mengkhitan anaknya setelah Lebaran nanti, menunggu kepulangan kakak tirinya, Nunung, yang kini tengah bekerja di Kuwait sebagai asisten rumah tangga.
"Kakaknya Darsem sangat menginginkan menyaksikan khitanan Sapi'i. Rencananya setelah Lebaran, ia akan pulang. Mungkin dikhitannya tanggal 15 atau 20 bulan sembilan (September)," ucap Dawud.
Rencana lainnya, Darsem ingin membiayai bapaknya membuat surat izin mengemudi (SIM) sepeda motor. "Kalau ke mana-mana, bapak bisa lebih leluasa dengan motor," katanya.

