Senin, 22 Desember 2014

News / Regional

Pertanian

Petani Rawa Lebak Bersiap Tanam Padi

Kamis, 9 Juni 2011 | 18:59 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Para petani di lahan rawa lebak di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, kini mulai bersiap menanam padi. Tahun lalu mereka tidak bisa menanam padi akibat permukaan air di lahan cukup dalam akibat hujan yang turun terus-menerus sepanjang tahun.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel Sriyono, di Banjarmasin, Kamis (9/6/2011) mengatakan, musim tanam di rawa lebak biasa berlangsung bulan Juni-Juli.

Genangan air di rawa lebak mulai surut. Di daerah Daha, Kabupaten HSS (Hulu Sungai Selatan) sudah persemaian perdana. "Jadi kemungkinan tahun ini para petani lahan rawa lebak bisa tanam," ujarnya.

Tahun lalu ada sekitar 38.000 hektar rawa lebak tidak bisa tanam, dari total sekitar 90.000 hektar lahan rawa lebak di Kalsel. Hal ini berpengaruh pada produksi padi.

Produksi padi Kalsel tahun 2010 mencapai 1,940 juta ton gabah kering giling atau 1,14 juta ton beras. Produksi ini sedikit turun bila dibanding 2009 sebesar 1,954 juta ton.

Menurut Sriyono untuk lahan di daerah lain hingga kini belum ada kepastian kapan mulai tanam. Seandainya dalam waktu dekat kondisi lahan mereka belum juga mengering, diharapkan petani bersedia menanam padi varietas unggul yang memiliki umur lebih pendek. Selama ini, petani biasa menanam padi lokal.

Pemerintah sendiri siap memberikan bantuan benih unggul. Salah satu daerah, yakni Kabupaten Banjar telah mengajukan permohonan bantuan benih sebesar 60 ton.

Puso

Selama 2011 ternyata tak lepas dari padi puso. Luas puso yang terjadi akibat banjir Januari-Mei mencapai 822 hektar dari 6.044 hektar lahan yang tergenang di delapan kabupaten. Luasan puso tertinggi berada di Kabupaten Banjar seluas 708 hektar, Barito Kuala 113 hektar, dan Tanah Laut 1 hektar.

Gubernur Kalsel Rudy Arifin sendiri mengingatkan, jika kondisi persawahan yang tergenang masih cukup banyak. Hal ini memerlukan perhatian serius.

Sementara itu sejumlah daerah, terutama di Banua Enam telah panen. Produksi padi di Kalsel sejak Januari-April mencapai 560.000 ton gabah kering giling atau 27 persen dari to tal produksi tahun 2010. Luas lahan yang telah dipanen mencapai 130.000 hektar.


Editor : Benny N Joewono