Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 03:19 WIB
Sengketa Tanah
Ribuan Warga Rumpin Demo di DPR
Maria Natalia | Inggried | Rabu, 11 Mei 2011 | 15:27 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan warga Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin Bogor mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (11/05/2011). Mereka menuntut anggota Dewan maupun pemerintah mencabut Surat Kementerian Keuangan Nomor S-237/KN.3/2009 yang diduga secara sepihak mengklaim bahwa tanah milik warga Sukamulya seluas 1000 hektar sebagai aset negara dari TNI AU Atang Sanjaya.

Para pengunjuk rasa terdiri dari para orang tua lanjut usia,  pemuda pemudi Rumpin, dan ada pula yang membawa anak-anak. Mereka tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Sukamulya dan Mereka datang dari Rumpin dengan menggunakan truk. Sejumlah spanduk bertuliskan penolakan atas AURI yang merampas tanah mereka. Sejumlah spanduk juga dipasang di pintu gerbang gedung DPR.

"Ini hak tanah kami warga Sukamulya. Kita datang ke sini untuk menghentikan keserakahan AURI yang ingin menguasai tanah 1000 hektar kami. Kami tolak, itu hak kami rakyat, jangan ambil hak kami. Kami sudah diintimidasi selama ini, tapi kami tetapi kami tidak takut," seru seorang orator.

Menurut salah satu koordinator pengunjuk rasa, tanah tersebut sudah mereka kembangkan untuk persawahan sehingga AURI tidak ada hak untuk merampas tanah itu. Kedatangan ribuan demonstran ini disambut dan ditemui oleh TB Hasanuddin Komisi I dan Ganjar Pranowo dari Komisi II.

"Kita akan kejar sampai saudara semua tidur nyenyak di tanah saudara. Saya yang akan mengantar langsung saudara-saudara di hadapan TNI dan perjuangkan tanah anda," kata TB Hasanuddin menjawab aspirasi peserta aksi.

Sementara itu, janji TB Hasanuddin disambut dengan lagu untuk menagih janji DPR. Sementara itu, Ganjar Pranowo, meminta rakyat tenang dan ia menyatakan Komisi II akan mendiskusi dengan aparat dalam hal ini AURI dan juga pihak-pihak yang mendukung intimidasi kepada warga Rumpin dan perampasan hak tanah mereka.

"Saudara-saudara jangan anarkis. Kami akan melakukan rapat gabungan dengan pihak-pihak terkait terutama AURI yang masih melakukan intimidasi. Kita akan undang Menhan, Panglima TNI, Komisi I, BPN dan Menteri Keuangan yang katanya sudah mengklaim mengenai tanah itu melalui surat," tambahnya.

Akan tetapi, sebagian para pengunjuk rasa tampaknya puas dengan jawaban kedua wakil rakyat tersebut. Namun, ada pula yang masih ragu.

"Yang penting janji itu terlaksana. Jangan hanya sekedar bicara. Kami sudah diintimidasi selama tiga hari ini. Dua pesawat AURI terbang rendah di desa kami, dan membuat warga ketakutan. Hari ini mereka juga berencana latihan perang di desa kami," ujar salah seorang pengunjuk rasa.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih tetap berjalan. Arus lalu lintas di depan Gedung DPR pun relatif lancar, dengan penjagaan petugas kepolisian.