Detik-detik Jatuhnya Pesawat Latih TNI - Kompas.com

Detik-detik Jatuhnya Pesawat Latih TNI

Kompas.com - 29/04/2011, 08:21 WIB

SLEMAN, KOMPAS.com — Peristiwa jatuhnya pesawat capung glider milik TNI AU di Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (28/4/2011) sore, sangat mengagetkan Sawal (45), warga Dusun Karangmoncol, Sendangtirto, Berbah.

Sawal adalah saksi yang mengetahui langsung detik-detik jatuhnya pesawat tersebut. Saat itu, ia menyapu halaman depan warung soto miliknya. Tak berapa lama ia melihat pesawat Cessna menarik satu pesawat glider kayu melintas di atas rumahnya, dari arah barat menuju timur, di ketinggian kira-kira 300 meter dari permukaan tanah.

Tiba-tiba, sekitar 500 meter di utara warung soto miliknya, pesawat glider itu menukik vertikal ke bawah. Pesawat latih itu jatuh di tengah areal tanaman tebu sekitar 500 meter sebelah utara Jalan Raya Berbah. Itu berarti sekitar 550 meter di timur laut kompleks makam Panembahan Puruboyo dekat Masjid Sultoni Wotgaleh, Karangmoncol, Sendangtirto.

"Bunyinya ciuuutt gedubrak, seperti ada benturan hebat dua mobil," kata Sawal kepada Tribun Jogja, Kamis (28/4/2011) petang. Sebelumnya, Sawal mendengar bunyi bagai tali panjang yang berputar-putar di udara.

Sawal memperkirakan, bunyi itu berasal dari tali yang lepas dari pesawat penarik yang ikut menukik ke bawah bersama pesawat glider. "Setelah bunyi gedubrak, saya melihat debu membubung tinggi sampai terlihat di atas tanaman tebu," kata Sawal yang lantas naik ke lantai dua rumahnya.

Begitu tali itu terlepas, pesawat Cessna sempat terombang-ambing sebentar. Lantas melaju lagi ke arah timur dan berbelok ke arah kiri. Selisih lima menit setelah pesawat glider itu jauh, datang puluhan Polisi Militer (PM) naik sepeda motor dan mobil.

Mereka masuk melalui pintu makam Panembahan Puruboyo, sekitar 15 meter ke arah barat warung soto milik Sawal. Sawal juga melihat beberapa personel naik pagar berduri di areal kebun tebu. "Ada juga empat unit ambulans yang masuk lokasi kecelakaan," terang Sawal.

Saat rombongan PM dan ambulans tadi mendekat lokasi kejadian, pesawat Cessna yang menarik glider itu lantas berbalik arah dari timur menuju barat. Kemudian pesawat itu terbang memutar tepat di atas lokasi kejadian jatuhnya pesawat glider.

"Tadi berputar kira-kira tiga kali, mungkin untuk memberi kode lokasi jatuh pada tim penyelamat," kisah Sawal.

Selang seperempat jam kemudian, dua unit mobil ambulans keluar dari lokasi kejadian. Sawal memperkirakan, dua unit ambulans itu membawa korban meninggal, Instruktur Sersan Satu (Sertu) Ninang Siwiyono dan Sersan Habibun Rahman.

Istri Sawal, Sri Asnah (45), saat kejadian itu sedang di ruang belakang warung sotonya. Ia terkaget saat mendengar pesawat jatuh. "Allahuakbar! Saya kira ada tabrakan di depan rumah," kisahnya.

Sri Asnah pun berlari ke depan rumah dan mendapati suasana di depan rumahnya sudah riuh. Hingga petang, sekitar lokasi kejadian masih dijaga ketat sejumlah personel PM.

Menurut petugas dari Kepolisian Daerah (Polda) DIY, pengamanan di sepanjang jalan di tengah areal kebun tebu itu dijaga empat pos. Tiap pos dijaga dua hingga empat personel PM.

Akses jalan dari arah Kota Yogya, dialihkan oleh PM. Meski demikian sejumlah kendaraan dari arah AAU bisa melintas. Banyak di antara warga ikut menonton meski lokasi tidak terlihat sama sekali karena terhalang tanaman tebu yang lebat. (Adrozen Ahmad)

Editoryuli
Terkini Lainnya
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Megapolitan
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Megapolitan
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Megapolitan
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Megapolitan
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Regional
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Megapolitan
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
Regional
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Internasional
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Regional
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Nasional
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Megapolitan
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Nasional
Pengebom Manchester 'Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Internasional
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Megapolitan
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Regional

Close Ads X