Kamis, 17 April 2014

News / Regional

Hotline, Antisipasi Serangan Ulat Bulu

Selasa, 26 April 2011 | 20:42 WIB

Baca juga

GRESIK, KOMPAS.com - Kasus serangan ulat di Kabupaten Gresik Jawa Timur ditemukan di Kecamatan Cerme, Menganti, Driyorejo, dan Kecamatan Sangkapura. Dinas Pertanian setempat membuka layanan hotline khusus untuk menangani dan mengantisipasi serangan ulat agar tidak merebak dan meluas. Warga bisa menghubungi Koordinator Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tamanan melalui nomor telepon seluler 081330126810.

Saat ini kasus serangan ulat ditemukan di Desa Laban, Sidowungu, Menganti, Setro, Putatlor, dan Gempol Kurung Kecamatan Menganti, Desa Bambe dan Mulung (Driyorejo), Desa Sungai Barat dan Kota Kusuma (Sangkapura), Desa Morowudi (Cerme), Serangan ulat juga terjadi di wilayah Duduksampeyan dan Sidayu.

Warga Duduksampeyan, Fanani Selasa (26/4/2011) menyebutkan ulat di wilayahnya berwarna kehitaman, warga membasminya dengan pestisida. Sedangkan warga Dusun Ngebret Desa Morowudi Kecamatan Cerme, Solihudin menuturkan warga membasmi ulat dengan cara dibakar dan pohon jambu dan keres yang terkena ulat ditebang. Hal yang sama dilakukan warga Dusun Kletak Desa Putatlor Kecamatan Menganti.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Agus Joko Waluyo, pihaknya merespon keluhan masyarakat dengan membuka hotline khusus. "Latar belakang respon itu terkait adanya informasi masyarakat yang masuk ke dinas pertanian tentang merebaknya serangan ulat bulu di Gresik. Kami langsung meresponnya dengan menurunkan tim ke lokasi terindikasi," tutur Agus.

Menurut Agus, setidaknya sudah empat lokasi yang telah di ambil tindakan pengendalian yakni di Desa Laban dan Desa Setro di Kecamatan Menganti, Desa Ngebret (Cerme). Informasi awal dari masyarakat diterima pada Minggu (10/4/2011) soal adanya ulat bulu di Desa Laban (Menganti).

Pada Senin (11/4/2011) giliran ketua kelompok tani Desa Setro (Menganti) melaporkan adanya serangan ulat. "Namun setelah diamati, sebarannya tidak terlalu mengkhawatirkan. Identifikasi kami serangan itu bukan merupakan suatu ancaman," ujarnya.

Pada Senin (25/4/2011) pihaknya menindaklanjuti laporan warga di Desa Ngebret (Cerme). Tim Petugas Pemantau Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian bersama produsen formulator p estisida di Gresik meninjau lokasi. Serangan ulat bulu ada pada salah satu pohon keres, dan pohon yang terserang dipotong.

Setelah kami teliti tidak ada pohon lain yang terindikasi. Kami hanya memberikan bantuan pestisida kepada kepala desa setempat untuk mengantisipasi apabila ada serangan berikutnya papar Agus.

Agus menyimpulkan bahwa serangan ulat bulu di Gresik masih dalam taraf wajar seperti biasanya masih belum dalam taraf mengkhawatirkan. Pengendaliannya masih bisa diupayakan dengan pengendalian alami yaitu dengan musuh alami. "Namun kami tetap mewaspadai akan timbulnya serangan itu," tuturnya.

Menurut perhitungan Agus, saat anomali cuaca seperti sekarang ini, serangan ulat bulu memang lebih tinggi karena kemungkinan berkembang biak lebih tinggi.

Dia mengimbau apabila terjadi serangan yang secara kuantitas melebihi kebiasaan warga diminta melapor ke kepala desa yang akan meneruskan ke petugas POPT di setiap kecamatan atau langsung menghubungi hotline 081330126810.


Editor : Benny N Joewono