Sabtu, 30 Agustus 2014

News / Regional

Teror Bom

Kapolda Sulut: Ah, Itu Hanya Mirip Bom

Sabtu, 16 April 2011 | 21:29 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Menanggapi teror bom yang diberitakan dikirim di kantor Sinode GMIM, Tomohon, Sabtu pagi, Kepala Polda Sulawesi Utara Brigadir Jenderal (Pol) Carlo Brix Tewu menegaskan, benda yang diduga bom ternyata bukan bom. "Ah, itu hanya mirip bom," katanya saat dihubungi, Sabtu (16/4/2011) malam.

Meski demikian, ia menyebut pelakunya termasuk teroris karena meneror warga. "Setelah diselidiki anggota Jibom (penjinak bom), itu bukan bom," tutur Carlo.

Benda tersebut, lanjutnya, memang dibuat mirip bom waktu. Ada rangkaian kabelnya, tetapi tidak ada bahan peledaknya.

Awalnya detektor Jibom menunjukkan adanya unsur logam. Ternyata hanya kabel-kabel saja. Setelah dipastikan tidak ada sistem pemicu ledakan dan tidak ada bahan peledak, benda mirip bom tersebut diledakkan.

"Benda tersebut sudah didisposal oleh tim Jibom. Persoalan selesai," ujar Carlo.

Ia mengatakan, polisi tidak menemukan benda lain, seperti surat-surat ancaman, simbol-simbol agama atau kelompok tertentu.

Menurut dia, sudah enam orang diperiksa. "Kami masih menyelidiki identitas pelakunya. Pelaku kami anggap teroris karena meresahkan warga dan mengancam kerukunan umat. Pelaku ingin mengesankan, Sulut tidak aman dan menjadi bagian sasaran terorisme seperti di Cirebon, " jelas Carlo.

Kantor Sinode GMIM, Tomohon, dikirimi sebuah bungkusan yang diduga bom. Bungkusan yang mencurigakan tersebut ada di depan kantor sekitar pukul 05.30 Wita.

Karena dianggap mencurigakan, petugas keamanan Sinode GMIM melaporkan ke Kepolisian Sektor Tomohon Tengah.


Editor : Benny N Joewono