Jumat, 24 Oktober 2014

News / Regional

Gubernur Jabar Kutuk Bom Cirebon

Jumat, 15 April 2011 | 18:35 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyesalkan peristiwa yang diduga bom bunuh diri di masjid di Maporesta Cirebon, Jumat (15/4/2011) siang.

"Peristiwa ini bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan menodai komitmen pemerintah provinsi dan pemerintah kota-kabupaten sedang membangun situasi kondusif untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Saya dan seluruh masyarakat Jawa Barat tidak dapat menerima dan membenarkan pihak-pihak yang melakukan tindakan hukum dan mengganggu stabilisasi keamanan dengan dalih apa pun,” demikian siaran pers Gubernur Jawa Barat yang diterima Jumat sore ini.

Gubernur meminta segenap masyarakat Jabar, stakeholders, pemkab, dan pemkot untuk meningkatkan kewaspadaan, komunikasi, dan koordinasi dengan aparat keamanan dan kepolisian. "Kita menyerahkan pengusutan peristiwa ini kepada polisi untuk diproses sesuai hukum negara kita. Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi di tempat lain di Jawa Barat," kata Gubernur.

Berikut ini jumlah korban bom Cirebon yang terdiri dari 27 personel polisi dan 1 warga sipil dan satu orang diduga pelaku bom bunuh diri.

Kapolresta Cirebon, Kabag Sumda, Kasat Intelkam Bripda Anton Helmi, Kasat Lantas, Kanit Propam Iptu Harsita, Aiptu Sukirno, Aiptu Tata Kurniawan, Aiptu Yon Patriono, Briptu Septian, Briptu Devan, Aiptu Durahim, Pengtu Mashuri, Pendatu Teten Rustendi, Pendatu Dedi, Briptu Sugiarto, Ipda H Mukali, Briptu Heri, Briptu Ade Kartiwa, Aiptu Edi Heryadi Yadi PHL, Bripda Asnawi Latif Rahmat Sunyoto, pedagang Bripka Suratmoko, Bripka Rozak.

(KSP)


Editor : Robert Adhi Kusumaputra