Kamis, 27 November 2014

News /

Anggota Kopassus Tewas Tertembak

Selasa, 29 Maret 2011 | 04:53 WIB

Jayapura, Kompas - Seorang anggota Koman- do Pasukan Khusus Grup 3, Kopral Dua Aris Badaruddin, yang bertugas di Pos Kali Pao Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, tewas tertembak pada Kamis (24/3) lalu. Peristiwa itu diduga merupakan kecelakaan dalam latihan rutin.

Namun, menurut keterangan masyarakat yang dihimpun Dekenat Keerom Pater John Jonga, penembakan terhadap Aris itu tidak sengaja. Menurut versi masyarakat, saat itu anggota Yonif 141 yang merupakan pasukan pengamanan perbatasan, bersama seorang warga, tengah berburu di kawasan Jembatan Kali Kodok di Distrik Waris. Tak berselang lama, dua anggota Kopassus juga masuk hutan di kawasan itu untuk berburu.

”Warga menuturkan, saat itu anggota Kopassus mendengar suara ayam hutan dan mulai mengendap. Sebaliknya, anggota Yonif 141 mendengar suara burung kasuari dan melihat bayangan burung itu. Anggota Yonif 141 kemudian membidik burung tersebut dan menembaknya. Namun, setelah letusan, yang terdengar adalah suara ’aduh.’ Ketika didatangi, ternyata yang tertembak adalah anggota Kopassus itu,” kata Pater John Jonga, Senin.

Aris tewas di tempat kejadian. Pater John Jonga prihatin dan turut berduka atas kejadian tersebut.

Kecelakaan latihan

Namun, versi masyarakat itu dibantah Asisten Intelijen Kodam XVII Cendrawasih Kolonel Victor Tobing. Menurut dia, kejadian itu murni kecelakaan yang terjadi saat kedua pasukan tengah melakukan latihan rutin bersama.

Menurut Victor, dalam ketegangan latihan itu tiba-tiba terdengar suara dahan patah, dan anggota Yonif 141 melepaskan tembakan ke arah suara dahan patah itu. ”Lalu terdengar suara ’aduh’,” kata Victor. Saat ini korban telah dimakamkan di Jakarta. Keterangan itu sekaligus membantah berbagai dugaan yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa tersebut.

Saat dikonfirmasi, Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Lodewijk F Paulus, Senin, membenarkan hal itu. Menurut dia, tewasnya Aris bukan pada waktu sedang berburu.

Menurut Lodewijk, memang ada prajurit Kopassus yang bertugas di Papua. Mereka bertugas secara terbuka maupun bersifat intelijen. Sesuai standar operasi, tugas-tugas operasi intelijen bersifat rahasia sehingga tidak diketahui satuan lain yang berada di lokasi tersebut. (JOS/EDN)


Editor :