Kamis, 27 November 2014

News / Regional

PENERBANGAN

Roy Suryo "Diusir" dari Pesawat Lion Air

Sabtu, 26 Maret 2011 | 11:20 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Mungkin baru kali ini pakar telematika dipermalukan oleh sebuah maskapai penerbangan. Kejadian heboh yang menjadi perbincangan ramai di Twitter terjadi pada Sabtu (26/3/2011) pagi tadi di pesawat Lion Air. Roy Suryo, anggota Komisi I DPR, terlibat keributan dengan seorang penumpang gara-gara berebut kursi pesawat dan diusir dari pesawat.

Kejadian heboh itu berawal dari tweet seseorang dari akun @ernestprakasa. Disebutkan di situ, @ernestprakasa menumpang pesawat Lion Air pukul 06.15 menuju Yogyakarta. Tanpa ia ketahui, nomor kursinya ternyata sama dengan nomor kursi di tiket milik Roy Suryo dan istrinya.

"Pas di cek, trnyata, *jreng2* tiket Roy Suryo a/ u/ flight jam 7.45, bukan 6.15. Tapi dia kekeuh ga mo turun, pk bw2 nama dir.Lion Air," katanya di Twitter.

Di sinilah kehebohan itu terjadi karena sempat terjadi adu mulut antara Roy dan para penumpang. Perintah yang meminta Roy segera turun juga bergema di pesawat. Sang pilot bahkan disebutkan emosi akibat insiden ini. Sampai akhirnya petugas bandara mendatangi Roy Suryo dan menjelaskan persoalan sebenarnya.

Kehebohan selesai. Roy Suryo akhirnya turun dari pesawat. @ernestprakasa pun bisa duduk di kursi pesawat "miliknya" yang sudah ditinggalkan politisi Demokrat itu.

Berdasarkan pantauan di akun Twitter milik Roy Suryo setelah kejadian itu, Roy memang tidak membantah soal kejadian ini. Hanya, Roy berkilah dengan mengatakan dirinyalah yang mengalah dan menilai bahwa kesalahan justru ada di pihak Lion Air yang membuatnya bisa tercatat di kursi yang sama.

Hal itu seperti yang disebutkannya melalui akun @RMTRoySuryo, "Tweeps Yth, karena ada issue dari soal Lion Air, maka saya memang perlu klarifikasi: Yg BENAR saya justru MENGALAH atas Double seat. Tks."

Pada akun selanjutnya, Roy juga mengeluarkan pernyataan lain di @KRMTRoySuryo: "Tweeps Yth, jadi karena saya sangat tahu etika bahwa posisi selaku Wakil Masyarakat, maka saya yg MENGALAH & bahkan BERANI MINTA MAAF."


Editor : Latief