Polda Ungkap Jaringan Narkoba, Ada Oknum Polri - Kompas.com

Polda Ungkap Jaringan Narkoba, Ada Oknum Polri

Kompas.com - 21/03/2011, 13:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu bandar dan lima pengguna narkotika jenis shabu ditangkap jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di waktu dan tempat terpisah. Salah satu pelaku berinisial ES adalah oknum anggota Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar yang bekerja dinas di Mabes Polri.

"Ditangkap 6 orang tersangka narkoba dalam jaringan GN. Mereka berinisial JS, GN, ES, PA, AP dan RF dari empat lokasi. GN ini sebagai bandar. Selain pengguna, JS, AP dan RF juga berperan sebagai pengedar," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Anjan Pramuka Putra, kepada para wartawan, Senin (21/3/2011) di Jakarta.

Berawal dari informasi warga, pada Kamis (17/3/2011) Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap salah satu tersangka bernama JS di sebuah restoran di pelataran Plaza Semanggi. Ada barang bukti shabu 0,54 gram dari tangannya.

Sehabis penangkapan JS, polisi melakukan pengembangan dari mana barang itu didapat. "Tersangka JS mengaku mendapat shabu itu dari GN," lanjut dia.

Polisi, tambah Anjan, mendapat posisi GN di Hotel Maharani, Jakarta Selatan. Lalu, Jumat (18/3/2011) dinihari jam 02.00 polisi menggerebek salah satu kamar di hotel tersebut.

"Awalnya kami berusaha menangkap target operasi kami, tersangka GN di salah satu kamar hotel tersebut. Namun, di sana kami mendapati GN bersama 2 orang lainnya, ES dan PA, sedang menggunakan shabu," kata Anjan. Polisi menyita shabu seberat 0,88 gram berikut peralatannya di dalam TKP.

Ketika ditanya lebih jauh apakah tersangka PA adalah salah satu anggota keluarga mantan Presiden Soeharto, Anjan enggan mengungkapkannya. "Tersangka PA itu adalah seorang perempuan berumur 20 tahun. Sehari-hari sebagai mahasiswi di sebuah perguruan tinggi," kata Anjan.

Dari hasil pengembangan terhadap tersangka ES, aparat memperoleh informasi adanya satu tersangka lagi bernama AP. Polisi meringkus Jumat (18/3/2011) sekitar jam 18.00 di dalam sebuah warteg di Jalan Tanah Abang 5 Gambir, Jakarta Barat, dengan barang bukti 32,30 gram shabu.

Berdasarkan informasi AT, polisi menangkap tersangka RF satu jam kemudian di Cafe FS belakang Terminal Grogol, Jakarta Barat. Dari tangan RF, petugas menyita 5 plastik masing-masing berisi 100 butir ekstasi warna biru. Disita pula 1 plastik shabu seberat 5,8 gram.

Sementara, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan, polisi perlu meluruskan kesimpangsiuran informasi yang terjadi di kalangan masyarakat. Ditresnarkoba Polda Metro Jaya masih melakukan pengembangan dalam pengungkapan kasus narkoba.

"Dari pengungkapan kasus narkoba, sejakin kemarin disampaikan ini masih dalam pengembangan. Khusus kasus narkoba, apabila masih dalam pengembangan, kasus tertentu sementara tidak dipublikasikan dulu agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam masyarakat melalui media," jelas Baharudin.


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Nasional
Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Nasional
Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Megapolitan
Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan

Close Ads X