Rabu, 27 Agustus 2014

News / Regional

Langgar UU Perlindungan Anak

ABG Berbuat Asusila, Warga Dobrak Pintu

Kamis, 17 Maret 2011 | 15:20 WIB

PENAJAM, KOMPAS.com - Kondisi ini benar-benar memprihatinkan. Lagi-lagi terjadi pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan pelaku orang terdekat korban. Peristiwa tragis ini terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur.

Kasus terakhir dilaporkan ke Polsek Sepaku. Dari laporan pemeriksaan Polsek tersebut, perempuan berumur 16 tahun  warga Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, PPU, dinodai pacarnya sendiri, JMD (21).

Kejadiannya terjadi pada Minggu siang lalu. ABG (anak baru gede) siswi sebuah SMK di Sepaku ini, berpamitan pada orangtuanya hendak ke rumah teman untuk mengerjakan tugas sekolah. Namun ternyata di rumah itu dia bertemu dengan sang kekasih.

Mereka pun berboncengan menuju sebuah rumah kosong di daerah Sukomulyo, Sepaku. Warga curiga. Sebenarnya warga telah beberapa kali melihat keduanya ke rumah tersebut, sebelumnya. Kali ini warga langsung menggerebek ke dalam rumah. Orang tua si gadis pun tak lupa dikabari.

"Kasus ini masih kami dalami. Walau pelaku adalah pacar korban dan mungkin juga melakukannya atas dasar suka sama suka, namun ini tetap kasus yang melibatkan anak di bawah umur. Bisa dijerat dengan UU Perlindungan Anak," kata Kasatreskrim Polres PPU Ajun Komisaris Dandi Ariyo, Kamis (17/3/2011).

Maraknya pencabulan dan pemerkosaan di PPU memang mencemaskan. Tahun 2011, terhitung dengan kasus ini, sudah terjadi enam kasus. Sedangkan tahun 2010, setidaknya 10 kasus. Jumlah kasus sebenarnya bisa lebih banyak, karena ditengarai tak semua korban mau melapor.

Menurut Dandi, ada beragam faktor menjadi penyebab mengapa pencabulan dan perkosaan tinggi. Ia menyebut faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, dan lemahnya kontrol keluarga.

Baca Juga: Pejabat Jateng Ternyata Tenaga Honorer


Editor : Glori K. Wadrianto