Kamis, 30 Oktober 2014

News / Regional

Mojokerto Waspadai Longsor dan Banjir

Jumat, 11 Maret 2011 | 01:19 WIB

MOJOKERTO, KOMPAS.com — Masyarakat bermukim di wilayah Trawas, Pacet, dan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, diminta waspada terhadap ancaman tanah longsor akibat cuaca ekstrem yang ditandai dengan tingginya curah hujan.

Adapun warga yang bermukim di wilayah Dawar, Puri, Mojosari, Bangsal, Pungging, Sooko, dan Jetis yang menjadi langganan banjir diminta pula waspada jika sewaktu-waktu aliran Sungai Lamong, Sadar, ataupun Cemporat yang melintas di wilayah permukiman mereka meluap.

"Dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana alam bulan Desember tahun lalu, pemerintah kabupaten sudah mengantisipasinya dengan upaya pelengsengan jalan maupun penanggulangan bencana," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Agustiana, Kamis (10/3/2011) di Mojokerto.

Ia mengatakan, daerah rawan bencana tanah longsor di Trawas, Pacet, dan Jatirejo ataupun rawan banjir di Dawar, Puri, Mojosari, Bangsal, Pungging, Sooko, dan Jetis, sudah diantisipasi oleh Satkorlak Penanggulangan Bencana yang melibatkan instansi lintas sektoral, termasuk Bina Marga dan kepolisian.

"Kami pun sudah menyiapkan stok bantuan pangan dari pemerintah pusat dan tenda-tenda untuk korban bencana, termasuk dapur umum," kata Agustiana.

Dikatakan, stok bantuan pangan berupa beras, mi, sarden, minyak goreng, kecap, dan saus untuk tanggap darurat yang tersimpan di gudang Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto diperkirakan cukup dalam waktu lima hari bencana.

"Stok itu sudah mencukupi kalau sewaktu-waktu terjadi bencana alam," katanya.

Kepala Seksi Logistik Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Luluk Chodyah mengatakan, pihaknya menyiagakan moda transportasi truk, pikap, dan perahu karet untuk upaya evakuasi korban bencana alam.

"Hanya, ambulans kami kondisinya tidak layak pakai dan perlu segera dipikirkan pengadaan ambulans baru oleh pemerintah kabupaten," katanya.


Editor : yuli